Mini MBA BTN Jadi Mesin Lahirkan Pengembang Properti Baru
JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memperkuat strategi pengembangan ekosistem perumahan nasional dengan mencetak 863 pengembang baru melalui program Mini MBA in Property sejak 2016 hingga 2025, sebagai upaya menjawab kebutuhan hunian yang terus meningkat di Indonesia.
Program hasil kolaborasi dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung ini tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga membuka akses pembiayaan dan jejaring bisnis bagi para peserta. Direktur Commercial Banking BTN Hermita menegaskan bahwa lulusan program didorong menjadi pelaku industri yang kompeten sekaligus terintegrasi dalam ekosistem perumahan.
“Lulusan dari Mini MBA in Property ini tidak hanya mendapatkan ilmu tapi akan kami berikan juga akses ke kredit konstruksi di BTN, pembinaan untuk kredit bagi UMKM di kluster perumahan, hingga business matching dengan pasar dan pelaku usaha berkualitas yang terhubung di ekosistem perumahan BTN,” ujar Hermita sebagaimana dilansir Sumber Berita, Minggu, (29/03/2026).
Dalam pelaksanaan terbaru, BTN mencetak 71 pengembang sepanjang 2025 melalui beberapa angkatan, termasuk Batch 23, Batch 24, dan Batch Makassar. Program ini dinilai strategis mengingat sektor properti masih memiliki potensi besar, terutama di daerah yang kebutuhan huniannya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan dukungan program pemerintah.
Hermita menambahkan bahwa sektor perumahan memiliki efek berganda yang signifikan terhadap perekonomian nasional. “Bahkan untuk setiap Rp1 triliun modal masuk ke sektor perumahan maka akan menambah 8.000 tenaga kerja, sehingga berdampak besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada 2016, program ini telah menghasilkan ratusan alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang 2025, para alumni juga mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar, baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan.
Ke depan, BTN berencana melanjutkan penguatan program ini sebagai bagian dari strategi beyond mortgage, yakni memperluas peran tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem perumahan yang terintegrasi. Program Mini MBA in Property Batch 25 dijadwalkan mulai pada 11 April 2026 di Jakarta.
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung Donald Crestofel Lantu menyebutkan program ini dirancang secara aplikatif dan transformatif melalui pembelajaran intensif. “Melalui metode studi kasus dan pembelajaran langsung dari praktisi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga jejaring dan mentor. Harapannya, mereka menjadi pelaku industri yang mampu membawa perubahan nyata yang tidak hanya membangun rumah, tapi membangun kehidupan,” kata Donald.
Dengan kurikulum berbasis empat pilar utama—Business Model & Market, Finance & Risk, Project & Operation, serta Regulation & Law—program ini diharapkan terus melahirkan pengembang berkualitas yang mampu mendukung pertumbuhan sektor perumahan sekaligus memperkuat ekonomi nasional. []
Penulis: Mohar Syarif | Penyunting: Redaksi01
