DPRD Berau Dorong Pasar Tradisional Pesisir, Akses Sembako Jadi Sorotan
TANJUNG REDEB – Pemerataan akses kebutuhan pokok di wilayah pesisir menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau (Berau) yang mendorong pembangunan pasar tradisional guna memperkuat ekonomi lokal sekaligus menekan biaya belanja masyarakat, Minggu (5/4/2026).
Dorongan tersebut muncul karena distribusi pasar tradisional di Berau dinilai belum merata. Saat ini, sebagian besar aktivitas perdagangan terpusat di kawasan perkotaan, sementara wilayah pesisir masih kekurangan fasilitas pasar yang memadai.
Anggota DPRD Berau, Sutami, menilai kehadiran pasar tradisional di dekat permukiman warga pesisir akan memberikan dampak langsung terhadap efisiensi pengeluaran masyarakat serta mempercepat perputaran ekonomi lokal.
“Kalau ada pasar di pesisir, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota,” kata Sutami.
“Ini juga akan mendorong perputaran ekonomi di wilayah mereka sendiri,” tambahnya.
Menurutnya, pembangunan pasar tradisional tidak hanya berkaitan dengan akses kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan ekonomi antarkawasan di Berau.
“Ini bagaimana menghadirkan keadilan ekonomi, pesisir juga harus tumbuh,” jelasnya, sebagaimana dilansir Benuanta, Minggu, (05/04/2026).
Kondisi minimnya pasar di wilayah pesisir selama ini dinilai berdampak pada tingginya biaya distribusi dan keterbatasan akses masyarakat terhadap bahan pokok. Hal tersebut berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi antara wilayah pesisir dan perkotaan.
DPRD Berau pun berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat merespons usulan tersebut dengan langkah konkret, termasuk perencanaan pembangunan infrastruktur pasar yang terintegrasi dengan sistem distribusi logistik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat pesisir. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
