IHSG Melemah Tajam, Risiko Penurunan Masih Mengintai

JAKARTA – Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berlanjut pada awal pekan, Senin (06/04/2026), seiring dominasi sentimen global dan teknikal yang belum menunjukkan tanda pemulihan kuat.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 2,19 persen ke level 7.026. Penurunan tersebut dipicu oleh aksi jual yang mendominasi pasar di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Kondisi ini dipengaruhi oleh memanasnya konflik di Timur Tengah yang mendorong pelaku pasar bersikap risk-off, yakni menghindari aset berisiko. Selain itu, sentimen domestik terkait saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi juga menjadi perhatian investor.

Analis dari MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase koreksi lanjutan secara teknikal.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745–6.849,” jelas analis dalam risetnya, sebagaimana dilansir Warta Ekonomi, Senin, (06/04/2026).

Meski demikian, terdapat peluang penguatan apabila skenario optimistis (best case) terjadi, yakni jika IHSG telah menyelesaikan fase koreksi awal dan berpotensi menguat menuju kisaran 7.450 hingga 7.675. Saat ini, level support berada di 7.022 dan 6.917, sedangkan resistance berada di 7.302 dan 7.434.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, sejumlah saham dinilai masih menarik untuk dicermati pelaku pasar. PT IMPC Pratama Industri Tbk (IMPC) direkomendasikan dengan strategi spec buy pada rentang 2.130–2.200, dengan target harga 2.430 hingga 2.580 dan batas risiko (stoploss) di bawah 2.010.

Sementara itu, PT Indika Energy Tbk (INDY) direkomendasikan dengan strategi buy on weakness pada kisaran 3.280–3.390, dengan target harga 3.550 hingga 3.710 serta stoploss di bawah 3.220.

Adapun PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) juga masuk dalam daftar rekomendasi dengan pendekatan serupa, yakni buy on weakness pada rentang 715–765, dengan target harga 860 hingga 920 dan stoploss di bawah 685.

Selain itu, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) direkomendasikan dengan strategi spec buy pada kisaran 2.040–2.120, dengan target harga 2.420 hingga 2.700.

Dengan kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian, investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan sentimen global dan domestik serta menerapkan strategi investasi yang disiplin guna meminimalkan risiko di tengah volatilitas pasar. []

Penulis: Belinda Safitri | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *