Tiga Manajer Aset BUMN Resmi Diambil Alih Danantara

JAKARTA – Upaya penguatan industri investasi nasional melalui konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kian menguat setelah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengambil langkah akuisisi terhadap tiga perusahaan manajemen aset milik bank pelat merah, dengan total nilai transaksi mencapai Rp2,3 triliun.

Langkah ini dilakukan melalui PT Danantara Asset Management yang resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB) pada 1 April 2026 untuk menjadi pemegang saham mayoritas di PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), dan PT BNI Aset Management (BNI AM).

Akuisisi tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing industri pengelolaan investasi, baik di tingkat domestik maupun regional. Induk usaha dari masing-masing perusahaan menyebutkan bahwa langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi bisnis antarentitas.

“Transaksi afiliasi ini diharapkan akan meningkatkan potensi sinergi bisnis dan melengkapi kapabilitas yang ada, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan optimal,” jelas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagaimana dilansir Kontan, Senin (06/04/2026).

Secara rinci, nilai akuisisi untuk BRI MI mencapai Rp975 miliar, MMI sebesar Rp1,02 triliun, dan BNI AM senilai Rp359,6 miliar. Ketiga perusahaan tersebut merupakan pemain utama dalam industri manajemen aset di lingkungan BUMN.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa langkah akuisisi ini juga berkaitan dengan rencana penggabungan usaha atau merger terhadap ketiga entitas tersebut menjadi satu perusahaan terintegrasi. Tujuannya adalah menciptakan lembaga manajemen aset yang memiliki skala besar dan daya saing kuat di pasar regional.

Namun hingga saat ini, pihak BPI Danantara belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana penggabungan tersebut. Meski demikian, arah kebijakan konsolidasi ini menunjukkan adanya upaya transformasi dalam pengelolaan aset negara agar lebih terstruktur dan efisien.

Ke depan, konsolidasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja investasi BUMN, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam industri pengelolaan aset global melalui pembentukan entitas yang lebih kompetitif dan terintegrasi. []

Penulis: Kholid Rafsanjani | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *