Tekanan Asing Besar, IHSG Coba Rebound

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Rabu, 8 April 2026, setelah mengalami tekanan beruntun dalam beberapa hari terakhir akibat sentimen global dan domestik yang belum mereda.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 7 April 2026, IHSG tercatat melemah 0,26 persen ke level 6.971,03, setelah sempat bergerak fluktuatif di rentang 6.942 hingga 7.022. Dalam sesi tersebut, sebanyak 407 saham terkoreksi, 250 saham menguat, dan 158 saham stagnan.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan indeks masih dipengaruhi faktor eksternal dan internal, terutama konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta fluktuasi harga minyak dunia. “Konflik antara AS dan Iran yang sedang berkembang, serta fluktuasi harga komoditas minyak dunia, menjadi perhatian utama bagi para investor global,” ujarnya, sebagaimana dilansir Investasi, Rabu, (08/04/2026).

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut menambah tekanan terhadap IHSG. Dari sisi domestik, risiko inflasi dan kondisi fiskal negara juga menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan indeks.

Tekanan pasar semakin diperkuat oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang dalam tiga hari terakhir mencapai Rp1,78 triliun di seluruh pasar. Kondisi ini membuat IHSG kembali turun dari level psikologis 7.000 yang sempat dicapai pada awal pekan.

Meski demikian, sejumlah analis melihat peluang penguatan teknikal dalam jangka pendek. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support di level 6.947 dan resistance di 6.986. Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan potensi short term technical rebound menuju kisaran 7.020–7.050, dengan catatan indeks mampu menembus batas atas tersebut.

Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati, antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). Selain itu, BNI Sekuritas juga memberikan ide perdagangan (trading idea) pada saham seperti ESSA, MEDC, TPIA, ADMR, AADI, dan LSIP.

Sebagai perbandingan, pergerakan bursa global menunjukkan sentimen yang lebih positif. Indeks saham di Wall Street pada awal pekan ditutup menguat, dengan S&P 500 naik 0,44 persen, Nasdaq Composite menguat 0,54 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,36 persen, didorong harapan meredanya konflik geopolitik.

Dengan berbagai faktor tersebut, investor disarankan tetap selektif dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, mengingat pergerakan IHSG masih sangat bergantung pada dinamika global dan stabilitas ekonomi domestik dalam jangka pendek. []

Penulis: Yoga Pratama | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *