Pemkab Paser memperkuat pemutakhiran data DTSEN sebagai dasar kebijakan untuk menekan kemiskinan dan memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
PASER – Bupati Paser Fahmi Fadli membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kabupaten Paser Tahun 2026 di Tana Paser, Kamis (09/04/2026), sebagai langkah strategis memperkuat akurasi data untuk menekan kemiskinan, termasuk target penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen.
Rakor tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser dalam meningkatkan kualitas data sosial ekonomi sebagai dasar utama perumusan kebijakan pengentasan kemiskinan. Pemutakhiran data dinilai krusial agar program bantuan sosial tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Berdasarkan capaian tahun 2025, angka kemiskinan di Paser mengalami penurunan dari 8,63 persen menjadi 8,13 persen. Namun, tingkat kemiskinan ekstrem masih tercatat sebesar 0,87 persen.
“Pemerintah Kabupaten Paser berkomitmen menghapus kemiskinan ekstrem hingga nol persen. Hal ini membutuhkan sinergi lintas sektor, terutama dalam pemutakhiran data by name by address (BNBA),” kata Fahmi.
Ia menjelaskan, data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) per 1 April 2026 mencatat sebanyak 6.455 keluarga atau 19.811 jiwa berada pada desil 1, serta 7.453 keluarga atau 25.322 jiwa di desil 2. Data tersebut bersifat dinamis sehingga memerlukan verifikasi dan validasi lapangan secara berkala.
Fahmi menegaskan, validasi data tidak hanya menjadi tanggung jawab Badan Pusat Statistik (BPS), tetapi juga melibatkan seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa dan rukun tetangga/rukun warga (RT/RW). Dinas Sosial diminta memimpin proses pemutakhiran data secara berkelanjutan.
“Data BNBA bukan sekadar angka, tetapi representasi kondisi riil masyarakat yang membutuhkan intervensi. Karena itu, akurasi dan pembaruan data harus menjadi perhatian bersama agar bantuan sosial tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, seluruh perangkat daerah yang mengelola program bantuan di sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diminta menjadikan data terbaru sebagai acuan tunggal dalam pelaksanaan program.
Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan daerah “Paser TUNTAS” (Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera) yang menekankan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Rakor turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Paser Ikhwan Antasari, Sekretaris Daerah (Sekda) Paser Katsul Wijaya, serta Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Mas’ud Rifai.
Pemkab Paser berharap pemutakhiran data DTSEN yang akurat dan terintegrasi dapat memperkuat efektivitas program perlindungan sosial serta mempercepat penurunan angka kemiskinan secara berkelanjutan. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum