Kolaborasi Kampus dan Pemkot Depok Perkuat UMKM di Era Digital

DEPOK – Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai mampu mempercepat transformasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital. Hal itu tercermin dalam Vokasi Humas Festival 2026 yang digelar Program Studi (Prodi) Hubungan Masyarakat Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) melalui pendampingan promosi digital kepada 18 UMKM binaan selama empat bulan, dengan puncak kegiatan berlangsung pada 21 Mei 2026 di Vokasi UI.

Program tersebut menitikberatkan pada penguatan strategi promosi, peningkatan citra merek, hingga perluasan jangkauan pasar UMKM melalui pendekatan kehumasan digital. Rangkaian kegiatan mencakup pendampingan bisnis, workshop, seminar edukasi pengembangan usaha berkelanjutan, hingga bazar kreatif yang melibatkan mahasiswa dan pelaku UMKM.

Wakil Wali Kota (Wawali) Depok Chandra Rahmansyah menilai dampak pendampingan mahasiswa terhadap UMKM mulai terlihat dari sisi promosi hingga pertumbuhan pendapatan usaha.

“Pada booth hari ini saya melihat hasil karya mahasiswa untuk membantu promosi UMKM dan saya telah melihat sendiri bagaimana dampak yang dirasakan oleh UMKM yang berkolaborasi dengan adik-adik mahasiswa, revenue-nya naik,” ujar Chandra Rahmansyah, sebagaimana diwartakan Okezone, Kamis, (22/05/2026).

Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Vokasi UI perlu diperkuat agar program pemberdayaan UMKM dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.

“Ke depan, harapannya sinergi Kota Depok dan Vokasi UI terus berkembang sehingga program UMKM Naik Kelas semakin komprehensif,” ucapnya.

Selain bazar gratis bagi 18 UMKM mitra, agenda puncak juga menghadirkan talkshow bertajuk Ignite Insight: From Zero to Market Hero yang membahas strategi branding dan pemasaran agar bisnis mampu bertahan di tengah persaingan pasar.

Ketua Prodi Hubungan Masyarakat Vokasi UI Mareta Maulidiyanti menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bagian dari integrasi pembelajaran akademik dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa didorong untuk menyusun berbagai materi promosi seperti konten media sosial, situs web, video profil, katalog, brosur, hingga artikel berita untuk meningkatkan persepsi publik terhadap merek UMKM binaan.

“Ini merupakan Service Learning Model, di mana pembelajaran di kelas memberi dampak dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu pelaku UMKM binaan, Evanti Tungga Dewi, mengaku pendampingan tersebut membantu usahanya berkembang, terutama dari sisi visibilitas digital dan peningkatan interaksi pasar.

“Alhamdulillah, setelah ikut program ini, followers bertambah, engagement naik, dan algoritma juga ikut meningkat dan pastinya omzet juga meningkat. Semoga program VokHumFest terus ada dan semakin banyak UMKM lokal yang bisa merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Melalui pendekatan kolaboratif antara kampus, mahasiswa, dan pemerintah daerah, program ini diharapkan menjadi model penguatan kapasitas UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan promosi digital dan mampu naik kelas di tengah persaingan bisnis. []

Penulis: Agustina Wulandari | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *