BRI Siap Bagi Dividen Jumbo, Potensi Capai Rp206 per Saham

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membuka peluang pembagian dividen besar kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 10 April 2026, seiring kuatnya kinerja keuangan dan struktur permodalan perseroan.

RUPST tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB di Jakarta Selatan dan dilaksanakan secara elektronik melalui Fasilitas Electronic General Meeting System Kustodian Sentral Efek Indonesia (eASY.KSEI). Agenda rapat mencakup tujuh mata acara, termasuk persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 dan penetapan dividen, sebagaimana diberitakan Bisnis, Rabu (25/03/2026).

Manajemen BRI mengusulkan total dividen indikatif minimal sebesar Rp343,4 per saham dari laba bersih 2025 yang mencapai Rp56,65 triliun. Nilai tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sekitar 91,32 persen dari total laba per saham.

Sebelumnya, BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp137 per saham atau sekitar Rp20,63 triliun pada Januari 2026. Dengan demikian, potensi dividen final yang akan dibahas dalam RUPST diperkirakan mencapai Rp206,4 per saham.

“PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan ini mengundang para pemegang saham untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama (Dirut) BRI Hery Gunardi menyatakan kebijakan pembagian dividen tetap mempertimbangkan kondisi permodalan dan rencana ekspansi bisnis perseroan ke depan.

“Mempertimbangkan kondisi tersebut, seyogyanya kami memiliki ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan level histori yang selama ini ada,” ungkap Hery.

Ia menjelaskan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BRI tercatat sebesar 23,53 persen hingga akhir 2025, jauh di atas ketentuan regulator. Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang bagi perseroan untuk meningkatkan imbal hasil kepada investor.

“Dengan pembagian dividen yang lebih besar, return on investment (ROI) BRI akan lebih tinggi, dibanding posisi saat ini,” tambahnya.

Kebijakan dividen ini diharapkan mampu menjaga daya tarik saham BRI di pasar sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek bisnis perseroan ke depan. []

Penulis:  Ana Noviani | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *