Harga Minyak Turun di Tengah Harapan Perdamaian Timur Tengah

JAKARTA – Harga minyak dunia melemah menjelang rencana perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang akan digelar di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/04/2026), di tengah harapan meredanya gangguan pasokan energi global.

Penurunan harga terjadi pada perdagangan Jumat (10/04/2026). Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2026 turun sebesar US$1,3 atau sekitar 1,3 persen menjadi US$96,57 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni 2026 terkoreksi 72 sen atau 0,8 persen ke level US$95,2 per barel di London ICE Futures Exchange.

Pelemahan harga ini dipicu ekspektasi pasar terhadap hasil perundingan damai yang dinilai berpotensi meredakan konflik di kawasan Timur Tengah, sehingga menjaga stabilitas pasokan minyak global.

Perundingan tersebut akan berlangsung di Islamabad dengan delegasi Amerika Serikat dipimpin Wakil Presiden JD Vance. Agenda ini menjadi perhatian utama pelaku pasar energi karena konflik antara kedua negara sebelumnya telah memicu gangguan signifikan terhadap infrastruktur energi.

Sejak konflik memanas pada akhir Maret 2026, tercatat sekitar 60 fasilitas energi di kawasan Timur Tengah mengalami serangan drone atau rudal. Dari jumlah tersebut, sedikitnya delapan infrastruktur mengalami kerusakan berat dan memerlukan perbaikan sebelum dapat kembali beroperasi.

Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya distribusi minyak dunia. Namun, rencana dialog damai memberikan sinyal positif bahwa risiko gangguan pasokan dapat ditekan dalam waktu dekat.

Penurunan harga minyak ini juga mencerminkan respons pasar terhadap kemungkinan stabilitas geopolitik yang lebih baik, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (10/04/2026).

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan perundingan tersebut karena hasilnya akan sangat menentukan arah harga minyak global dalam jangka pendek hingga menengah. []

Penulis: Rezy | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *