Rusia Tegaskan Tak Ada Diskon Minyak, Harga Bisa Lebih Mahal
JAKARTA – Pemerintah Federasi Rusia menegaskan kebijakan harga minyak global yang semakin kompetitif membuat skema potongan harga tidak lagi relevan, bahkan berpotensi digantikan dengan harga premium di tengah meningkatnya permintaan energi dunia.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov menyatakan, tidak ada kebijakan diskon dalam kerja sama energi minyak saat ini. Hal tersebut mencerminkan perubahan strategi Rusia seiring dinamika geopolitik dan tingginya daya tawar komoditas energi.
“Wakil Perdana Menteri Pak Novak yang menangani kerja sama energi mengatakan, ‘tidak ada diskon sekarang. Ini terkadang bahkan ada harga premium (lebih tinggi),” kata Sergei saat ditemui di Kantor Radio Sonora, Jakarta, sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat, (17/04/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan harga tersebut berbeda dibandingkan situasi pada 2022, ketika Rusia sempat memberikan potongan harga besar akibat tekanan sanksi dari negara-negara Barat terkait konflik di Ukraina. Saat itu, diskon menjadi strategi untuk menjaga ekspor energi tetap berjalan.
Namun, Sergei menegaskan kondisi pasar energi global kini telah berubah. Permintaan terhadap minyak Rusia meningkat, sehingga banyak negara yang berharap mendapatkan harga khusus atau yang disebut “harga kawan”.
“Sekarang, setelah Februari tahun ini, situasinya telah berubah,” ujar Sergei.
Meski demikian, ia menegaskan tidak ada perlakuan khusus dalam penentuan harga minyak. “Ini adalah ekonomi pasar, tidak ada teman dalam bisnis,” pungkas Sergei.
Lebih lanjut, Sergei menjelaskan bahwa mekanisme kerja sama minyak dilakukan secara business to business (B2B), yakni antara perusahaan energi Rusia dengan perusahaan negara atau mitra di negara pengimpor. Pemerintah Rusia tidak secara langsung menjual minyak dalam skema tersebut.
Di tengah kebijakan tersebut, Rusia tetap membuka peluang kerja sama energi dengan berbagai negara, termasuk Indonesia. Sergei menyebut negaranya siap memenuhi kebutuhan energi mitra yang berminat menjalin kontrak jangka panjang.
“Jika mereka serius, jika mereka ingin memiliki kontrak jangka panjang dan membeli minyak usia, bahkan untuk mereka (negara barat) pun kami siap menyediakan. Itu bukan masalah, kami adalah pemasok sumber daya yang sangat bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Rusia sebagai salah satu pemasok energi global yang tetap mengedepankan mekanisme pasar dalam penentuan harga, sekaligus mencerminkan perubahan lanskap perdagangan energi dunia yang semakin kompetitif dan dipengaruhi faktor geopolitik. []
Penulis: Singgih Wiryono | Penyunting: Redaksi01
