Stok BBM Sorong Lebih Aman dari Jawa, Pertamina Pastikan Distribusi Lancar
SORONG – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di wilayah Papua Barat Daya (PBD) dipastikan dalam kondisi aman setelah dilakukan peninjauan langsung oleh jajaran PT Pertamina (Persero) pada Selasa (21/04/2026), dengan tingkat ketahanan stok yang bahkan disebut melampaui sejumlah wilayah di Pulau Jawa.
Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik S. Deyang bersama Hasan Nasbi melakukan kunjungan kerja ke Kota Sorong guna memastikan distribusi energi berjalan optimal. Peninjauan dilakukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) company owned company operated (COCO) 81 984 01 serta agen LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Mandiri.
Hasan Nasbi menyampaikan bahwa secara umum operasional SPBU berjalan baik tanpa antrean dan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, meski masih ditemukan beberapa hal yang perlu dibenahi. “Secara umum sudah berjalan dengan baik, tidak ada antrean dan penyaluran BBM subsidi juga tepat sasaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh Patra Niaga, seperti pembatas toilet, perbaikan tangki pendam, serta beberapa SOP lainnya,” kata Hasan Nasbi, sebagaimana dilansir Jpnn, Kamis (23/04/2026).
Selain itu, hasil pemantauan di agen LPG menunjukkan pasokan dalam kondisi stabil tanpa indikasi kelangkaan. Hasan memastikan distribusi energi di wilayah tersebut tetap terkendali dengan ketersediaan stok yang mencukupi hingga beberapa hari ke depan. “Di agen ini tidak ada kelangkaan, suplai tersedia bahkan hingga 15 hari ke depan, dan sebelum habis sudah ada pasokan baru yang datang. Insyaallah pasokan energi di wilayah ini bisa terus terpenuhi dan terjaga oleh Pertamina Patra Niaga,” tambahnya.
Sementara itu, Nanik S. Deyang menyoroti kondisi sosial masyarakat yang tetap kondusif meskipun terjadi penyesuaian harga energi. Ia menilai kebijakan pemerintah, khususnya program BBM satu harga, berperan penting dalam menjaga stabilitas di wilayah timur Indonesia. “Masyarakat sangat tenang, tidak ada gejolak. Program BBM satu harga ini luar biasa, apalagi di wilayah timur seperti Papua. BBM Satu Harga saja ini sudah kerja keras, pada saat kenaikan BBM di negara lain, Indonesia masih bertahan. Pertamina benar-benar menjalankan fungsi sebagai agent of development, saya senang Pertamina memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat,” kata Nanik.
Ia juga mengungkapkan bahwa daya tahan stok BBM di Sorong mencapai sekitar 20 hari, lebih tinggi dibandingkan rata-rata stok di Jawa yang berkisar 10 hari. Kondisi ini dinilai memberikan jaminan keamanan energi bagi masyarakat di wilayah tersebut. “Di Jawa stok sekitar sepuluh hari, sementara di Sorong bisa mencapai 20 hari. Ini memberikan rasa aman bagi masyarakat, semoga bukan hanya di Sorong saja. Tapi di seluruh wilayah Papua juga aman stoknya,” harapnya.
Pertamina melalui subholding PT Pertamina Patra Niaga terus berupaya menjaga keandalan distribusi energi nasional, sekaligus mendorong transformasi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan. Langkah ini sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 dan implementasi prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dalam operasional perusahaan.[]
Penulis: Sutresno Wahyudi | Penyunting: Redaksi01
