MKC Gelar Klinik Karet di Paser, Petani Dibekali Teknik Penyadapan

Pelatihan dua hari oleh MKC membekali petani Paser dengan teknik penyadapan, pengendalian hama, dan praktik lapangan untuk meningkatkan kualitas karet.

PASER – Multi Kusuma Cemerlang (MKC) menggelar pelatihan “Klinik Karet” bagi petani di Desa Kerang Dayo, Kabupaten Paser, pada 22–23 April 2026, sebagai upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas karet rakyat melalui pembekalan teori dan praktik lapangan.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kerang Dayo ini diikuti petani setempat dengan metode pelatihan kombinasi antara penyampaian materi di dalam ruangan dan praktik langsung di kebun karet milik warga.

Narasumber kegiatan, Yusuf, menegaskan bahwa teknik penyadapan yang tepat menjadi kunci utama dalam meningkatkan hasil produksi karet petani.

“Petani perlu memahami teknik penyadapan yang tepat agar hasil karet lebih optimal,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/04/2026).

Pada hari pertama, peserta dibekali materi terkait identifikasi hama dan penyakit tanaman karet, penggunaan pupuk, serta teknik dasar penyadapan dan pengelolaan panel sadap. Materi tersebut menjadi landasan sebelum peserta memasuki sesi praktik di lapangan.

Memasuki hari kedua, pelatihan difokuskan pada praktik langsung, mulai dari penggunaan pisau sadap hingga penerapan standar kualitas penyadapan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada teknik penggunaan stimulan karet, metode okulasi, serta penanganan pascapanen untuk menjaga mutu hasil produksi.

Yusuf juga menekankan pentingnya keselamatan kerja dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat beraktivitas di kebun karet.

“Sepatu bot sangat penting untuk melindungi dari risiko luka akibat benda tajam maupun kondisi medan di perkebunan,” katanya.

Selain peningkatan kapasitas teknis, pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi MKC dalam membangun kemitraan dengan petani, termasuk membuka peluang pembelian getah karet dengan standar kualitas tertentu.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dalam sesi diskusi terkait kendala di lapangan seperti serangan hama dan penurunan produktivitas tanaman.

Melalui pelatihan ini, petani di Desa Kerang Dayo diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi karet, sehingga berdampak pada peningkatan nilai jual serta kesejahteraan secara berkelanjutan di Paser. []

Penulis: Darwanti | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *