Pasar Saham Bergejolak, Asing Tarik Dana Besar

JAKARTA – Tekanan jual investor asing membayangi pasar saham domestik setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan selama empat hari berturut-turut, dengan koreksi signifikan 2,16 persen ke level 7.378,61 pada perdagangan Kamis (23/04/2026).

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp20,5 triliun dengan volume 54,16 miliar saham dari 3,08 juta kali transaksi. Mayoritas saham berada di zona merah, dengan 505 saham melemah, 192 saham menguat, dan 123 saham stagnan.

Aksi jual investor asing menjadi faktor dominan yang menekan pergerakan indeks. Tercatat, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp978,65 miliar di seluruh pasar dan Rp1,36 triliun di pasar reguler. Sementara itu, pembelian bersih sebesar Rp385,80 miliar terjadi di pasar negosiasi dan tunai.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big cap) menjadi sasaran utama aksi jual asing. Berdasarkan data perdagangan, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatat penjualan bersih terbesar sebesar Rp632,66 miliar, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp304,04 miliar, serta PT Astra International Tbk. (ASII) Rp117,68 miliar.

Selain itu, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga masuk dalam daftar saham dengan tekanan jual asing yang cukup besar.

Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian investor global terhadap pasar domestik, di tengah dinamika ekonomi dan sentimen eksternal yang masih berfluktuasi. Meski demikian, aktivitas perdagangan tetap tinggi, menandakan likuiditas pasar masih terjaga.

Data ini sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Jumat (24/04/2026), yang juga mencatat dominasi aksi jual asing sebagai pemicu utama pelemahan indeks dalam beberapa hari terakhir.

Pelaku pasar diharapkan mencermati pergerakan dana asing serta sentimen global dalam menentukan strategi investasi ke depan, mengingat tekanan eksternal masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek. []

Penulis: Zefanya Aprilia | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *