UMS Gandeng Bank Jateng Syariah, Fokus Perkuat Ekosistem Syariah
SOLO – Penguatan ekonomi syariah di Indonesia dinilai membutuhkan sinergi konkret antara perguruan tinggi dan industri perbankan, sebagaimana tercermin dalam seminar kolaboratif yang digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Bank Jateng Syariah di Solo, Jawa Tengah, Jumat.
Seminar bertajuk Peran Kolaboratif Perguruan Tinggi dan Bank Syariah dalam Pengembangan Ekonomi Syariah ini menekankan pentingnya integrasi riset akademik dengan praktik industri guna mempercepat transformasi sistem ekonomi berbasis syariah di tengah tantangan era digital.
Wakil Rektor (Warek) IV UMS Bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), dan Organisasi Em Sutrisna menegaskan bahwa kebutuhan terhadap sistem ekonomi syariah semakin relevan, khususnya di sektor perbankan. “Kolaborasi ini mendorong komitmen menuju sistem yang lebih syariah, setidaknya dengan mulai meninggalkan praktik konvensional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama antara Bank Jateng Syariah dan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UMS menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi tersebut.
Dalam sesi pemaparan, Ihwan Susila menyoroti pentingnya hilirisasi riset ekonomi syariah di tengah perkembangan teknologi. Ia mengingatkan adanya ancaman keamanan siber seperti phishing, pencurian identitas, dan ransomware yang meningkat seiring masifnya penggunaan data digital. Selain itu, isu privasi serta etika dalam pengembangan artificial intelligence (AI) juga menjadi perhatian utama.
“Hilirisasi riset penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, mempercepat industri strategis, serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Slamet Sulistiono menekankan bahwa kolaborasi antara perbankan syariah dan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong daya saing global, mengurangi ketimpangan sosial ekonomi, serta mempercepat hilirisasi riset. Ia juga mengungkap tantangan yang dihadapi, mulai dari kondisi ekonomi yang belum stabil hingga tingginya angka pencari kerja.
Menurutnya, peran perbankan syariah harus diperluas, khususnya dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bank Jateng Syariah, lanjutnya, kini mengusung tagline Teman Tumbuh UMKM dengan sekitar 46,2 persen pembiayaan difokuskan ke sektor tersebut, meski pemanfaatannya oleh masyarakat dinilai masih belum optimal.
Pada kesempatan yang sama, aktor Cholidi Asadil Alam memaparkan peran media digital dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah. Ia menyebut platform digital dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan nilai-nilai ekonomi dan gaya hidup syariah, terutama kepada generasi muda.
Dalam paparannya, ia juga berbagi pengalaman menerima berbagai proyek film bernuansa Islami yang dinilai mampu menjadi medium edukasi publik. “Peran tersebut menjadi media efektif untuk menyampaikan nilai-nilai ekonomi dan gaya hidup syariah kepada masyarakat luas, terutama generasi muda melalui platform digital,” ujarnya, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (25/04/2026).
Seminar yang digelar di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS ini ditutup dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, yang membahas peluang kolaborasi konkret dalam penguatan UMKM serta peningkatan literasi ekonomi syariah di era digital. []
Penulis: Aris Wasita | Penyunting: Redaksi01
