Pelatihan Branding UMKM di Surabaya, Jawaban Tantangan Ekonomi Global

SURABAYA – Penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan strategi branding dinilai menjadi langkah krusial untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat di tengah tekanan global, mulai dari kenaikan harga bahan baku hingga dinamika geopolitik.

Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puti Guntur Soekarno menegaskan, penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan dukungan modal, tetapi juga harus diiringi peningkatan kemampuan pemasaran dan inovasi produk. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Komisi X DPR RI di Surabaya, Minggu, sebagaimana diberitakan Antara, Minggu (27/04/2026).

“Dalam situasi ekonomi saat ini, termasuk dinamika geopolitik, UMKM dapat menjadi tulang punggung perputaran ekonomi, terutama di tingkat pedesaan dan masyarakat menengah ke bawah,” ujar Puti.

Ia menilai, peran UMKM terbukti signifikan saat krisis, termasuk pada masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), ketika sektor formal mengalami kontraksi.

“Pada masa pandemi, perekonomian tetap berjalan karena UMKM. Ini yang harus kita jaga dan perkuat,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan global saat ini menuntut kehadiran pemerintah secara lebih konkret, terutama dalam menghadapi lonjakan harga bahan produksi.

“Harus ada kemauan politik dari pemerintah. UMKM tidak bisa berjalan sendiri, terutama saat harga bahan seperti kedelai, elpiji, atau bahan produksi lain meningkat,” ujarnya.

Selain itu, Puti menyoroti pentingnya transformasi pemasaran berbasis digital agar pelaku usaha mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Masih banyak yang promosi secara konvensional. Dengan teknologi digital, mereka bisa naik kelas dan menjangkau pasar lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda BRIN Veni Robiatul Adawiyah menekankan bahwa tantangan UMKM tidak hanya terletak pada produksi, tetapi juga pada kemampuan membangun identitas produk yang kuat melalui branding.

“Branding bukan sekadar logo, tetapi alasan mengapa konsumen memilih dan kembali membeli produk kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar menjadi faktor utama keberlanjutan usaha.

“Sering kali produknya bagus, tetapi tidak sesuai kebutuhan pasar. Kuncinya adalah memastikan produk mampu menjawab kebutuhan konsumen,” katanya.

Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM untuk lebih adaptif terhadap perubahan pasar sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai pilar ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. []

Penulis: Indra Setiawan | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *