Harga Emas Hari Ini Melemah, Spread Tembus Rp189 Ribu

JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk melalui unit bisnis Logam Mulia tercatat melemah pada perdagangan Senin (27/04/2026), dengan penurunan Rp16.000 per gram yang memperlebar selisih antara harga jual dan harga beli kembali (buyback) sehingga menjadi perhatian bagi investor.

Berdasarkan data terbaru, harga emas turun dari Rp2.825.000 menjadi Rp2.809.000 per gram. Sementara itu, harga buyback juga terkoreksi dari Rp2.636.000 menjadi Rp2.620.000 per gram. Dengan demikian, selisih harga (spread) antara harga jual dan beli kembali mencapai Rp189.000 per gram.

Penurunan ini menegaskan pentingnya pemahaman investor terhadap dua komponen harga emas yang ditetapkan Logam Mulia, yakni harga jual sebagai acuan pembelian dan harga buyback sebagai acuan saat menjual kembali emas ke gerai resmi.

Selisih harga tersebut berdampak langsung pada potensi keuntungan dan kerugian, terutama bagi investor jangka pendek. Tanpa memperhitungkan spread, investor berisiko mengalami kerugian saat melakukan transaksi dalam waktu singkat.

Sebaliknya, emas dinilai lebih ideal sebagai instrumen investasi jangka panjang. Dalam periode lebih panjang, kenaikan harga berpotensi menutup selisih harga sekaligus memberikan keuntungan.

Data historis menunjukkan bahwa investor yang membeli emas dalam beberapa bulan terakhir cenderung mengalami kerugian. Misalnya, pembelian pada 20 April 2026 di harga Rp2.840.000 per gram masih mencatat penurunan nilai sekitar 7,75 persen. Sementara pembelian pada Januari 2026 bahkan mengalami koreksi lebih dalam.

Namun, tren berbeda terlihat pada investasi jangka panjang. Pembelian emas sejak 2024 hingga awal 2025 justru menghasilkan keuntungan signifikan, bahkan mencapai lebih dari 80 persen, sebagaimana diberitakan Kontan, Senin (27/04/2026).

Kondisi ini memperlihatkan bahwa fluktuasi harga emas dalam jangka pendek tidak selalu mencerminkan potensi keuntungan, sehingga strategi investasi yang matang menjadi kunci bagi pelaku pasar.

Ke depan, pergerakan harga emas masih dipengaruhi berbagai faktor global, termasuk kondisi ekonomi dan dinamika pasar komoditas. Investor diharapkan lebih cermat dalam membaca tren serta mempertimbangkan jangka waktu investasi sebelum mengambil keputusan. []

Penulis: Hasbi Maulana | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *