Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo Sebut UMKM Pilar Utama Stabilitas Ekonomi Daerah
PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus membuktikan eksistensinya sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Selain menjadi motor penggerak ekonomi, UMKM dinilai memiliki daya tahan (resiliensi) yang tinggi dalam menghadapi berbagai dinamika krisis global.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Ning Ayu Nofita R., dalam agenda Sosialisasi UMKM dan Perannya dalam Perekonomian Masyarakat. Kegiatan yang digelar pada Rabu (29/4/2026) di Gedung Merah Putih, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo ini merupakan kolaborasi strategis bersama Partai Golkar.
Dalam orasi ilmiahnya, Ning Ayu menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, UMKM merupakan entitas usaha produktif yang memenuhi kriteria spesifik dan dikelola secara mandiri oleh perorangan maupun badan usaha.
“UMKM memiliki peran strategis yang multidimensi. Tidak hanya krusial dalam penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menjadi instrumen vital dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujar Ning Ayu di hadapan para peserta sosialisasi.
Ning Ayu yang juga merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Dringu, Gending, Pajarakan, dan Krejengan ini membeberkan fakta bahwa sektor UMKM mampu menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja di Indonesia. Kontribusi ini secara otomatis memberikan dampak signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Lebih lanjut, ia menekankan empat poin utama peran UMKM bagi masyarakat Probolinggo:
1. Reduksi Angka Pengangguran: Menjadi solusi konkret atas terbatasnya lapangan kerja formal.
2. Pemerataan Ekonomi: Mendorong perputaran uang hingga ke tingkat desa.
3. Kemandirian Masyarakat: Membangun mentalitas wirausaha yang tangguh.
4. Ketahanan Ekonomi: Menjaga daya beli masyarakat tetap stabil meski di tengah fluktuasi ekonomi.
Melalui sosialisasi ini, Ning Ayu Nofita R. berharap adanya akselerasi pembinaan UMKM di Kabupaten Probolinggo agar lebih naik kelas dan berdaya saing global. Sektor ini dianggap sebagai kunci utama dalam mewujudkan keadilan sosial melalui jalur pemberdayaan ekonomi.
“Penguatan UMKM adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat. Kami di legislatif akan terus mendorong kebijakan yang pro-pengusaha kecil demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” pungkasnya.(mis)
