Dari Singapura, UMKM RI Cetak Peluang Ekspor Rp177 Miliar
JAKARTA – Pemerintah Indonesia memperkuat strategi ekspor produk makanan dan minuman dengan memanfaatkan ajang internasional sebagai pintu masuk pasar global, ditandai capaian kontrak ekspor senilai jutaan dolar Amerika Serikat dalam Pameran Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura.
Partisipasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam pameran yang berlangsung pada 21β24 April 2026 di Singapore Expo tersebut menjadi langkah konkret memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di tengah dinamika perdagangan global yang tidak menentu.
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan menegaskan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah dalam mendorong daya saing UMKM di pasar internasional. Ia menilai dukungan menyeluruh, mulai dari pembinaan hingga promosi, menjadi kunci keberhasilan penetrasi pasar global.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyebut keikutsertaan Indonesia dalam FHA 2026 sebagai strategi berkelanjutan untuk memperluas jaringan pasar. βIni merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global,β ujarnya sebagaimana dilansir Liputan6, Kamis, (30/04/2026).
Kemendag mencatat sektor makanan dan minuman tetap menjadi penopang utama ekspor nasional. Pada 2025, ekspor sektor ini tumbuh 23,35 persen secara tahunan, sementara ekspor ke Singapura meningkat 23,21 persen.
Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia yang didukung Bank Indonesia (BI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menghadirkan 40 perusahaan produsen dan eksportir skala UMKM, menjadi partisipasi terbesar sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam ajang serupa.
Selama empat hari pelaksanaan, Paviliun Indonesia menarik lebih dari 6.012 pengunjung dan menghasilkan 14 kontrak ekspor dengan nilai mencapai 3,17 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp54,5 miliar. Produk yang diminati mencakup madu, bumbu organik, produk pertanian, serta aneka makanan dan minuman.
Selain transaksi langsung, terdapat potensi kesepakatan lanjutan senilai 10,3 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp177 miliar untuk berbagai komoditas seperti mie instan sehat, snack organik, produk perikanan, susu, hingga rempah-rempah.
Kemendag menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI), Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperluas jangkauan ekspor UMKM dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. []
Penulis: Arthur Gideon | Penyunting: Redaksi01
