Pascainsiden Bekasi, KAI Ubah Nama Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) melakukan penyesuaian identitas layanan kereta eksekutif dengan menyederhanakan nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek yang mulai berlaku pada 9 Mei 2026, tanpa mengubah jadwal maupun layanan perjalanan.

Langkah ini diambil setelah rangkaian kereta tersebut sempat terlibat insiden tabrakan dengan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04/2026). Meski demikian, KAI menegaskan perubahan nama bukan bertujuan menghilangkan nilai historis layanan, melainkan memperkuat identitas yang telah melekat di masyarakat.

Melalui pernyataan resmi di media sosial, KAI menjelaskan filosofi di balik penggunaan nama baru tersebut.

“Anggrek tidak menunggu tanah yang sempurna untuk tumbuh. Ia menemukan caranya sendiri untuk bertahan. Sebuah nama yang membawa keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan dalam setiap perjalanan,” tulis KAI, sebagaimana dilansir Mi, Selasa, (06/05/2026).

KAI memastikan bahwa perubahan nama ini tidak berdampak pada operasional. Seluruh jadwal keberangkatan, rute, serta kelas layanan tetap berjalan sesuai ketentuan sebelumnya.

“Setiap penumpang yang telah memegang tiket KA Argo Bromo Anggrek tetap dapat menggunakannya pada layanan KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas yang telah dipilih sebelumnya,” ujar KAI.

Perusahaan menilai penyederhanaan nama menjadi bagian dari strategi penyegaran identitas layanan, sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan pascainsiden yang sempat terjadi. Dengan penamaan baru, KAI berharap layanan ini tetap dikenal sebagai salah satu kereta eksekutif andalan dengan kualitas pelayanan yang konsisten.

Ke depan, KAI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan aspek keselamatan dan pelayanan, agar pengalaman perjalanan penumpang tetap aman dan nyaman. []

Penulis: Rolia Pakpahan | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *