PLN dan Pemkot Jayapura Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Warga
JAYAPURA – Penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana menjadi fokus kolaborasi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Desa Siaga Bencana” yang digelar di Kelurahan Hamadi pada 5–6 Mei 2026.
Program yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura ini menitikberatkan pada peningkatan kesiapsiagaan warga melalui pelatihan dan simulasi penanganan bencana. Kegiatan tersebut menyasar relawan lokal agar mampu menjadi garda terdepan dalam merespons kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Jayapura, Evert Nicolas Merauje, menegaskan bahwa wilayahnya memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi sehingga membutuhkan sinergi lintas sektor.
“Kota kita adalah kota yang rawan bencana. Setiap tahun kita menghadapi berbagai risiko. Karena itu, kami sangat membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk PLN,” ujar Evert.
Ia menambahkan, keterlibatan PLN dalam program sosial dinilai sebagai langkah konkret yang melampaui fungsi utamanya sebagai penyedia listrik.
“Apa yang dilakukan PLN ini patut menjadi contoh bagi BUMN lainnya. Tidak hanya menjalankan aktivitas perkantoran, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura, Heri Sutikno, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperluas dampak sosial perusahaan melalui penguatan kapasitas masyarakat.
“Kami tidak hanya bekerja menyediakan listrik, tetapi juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Heri.
Ia menegaskan, pelatihan yang diberikan mencakup sosialisasi, penggunaan peralatan, hingga simulasi penanganan bencana sebagai bekal praktis bagi relawan.
“Setelah mendapatkan pelatihan, relawan diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing agar masyarakat lebih mandiri dan tanggap dalam menghadapi bencana,” tegasnya.
Selain pelatihan, PLN juga menyalurkan bantuan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR), rompi BPBD, serta tempat tidur lipat guna mendukung kesiapsiagaan di lapangan.
Program ini tidak hanya dilaksanakan di Kelurahan Hamadi, tetapi juga menjangkau wilayah Skouw sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi kebencanaan. Ke depan, PLN berencana mengembangkan program TJSL ke sektor lain seperti pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penanganan stunting, serta peningkatan sanitasi masyarakat, sebagaimana diberitakan Paraparatv, Rabu (06/05/2026). []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
