LNG Jadi Andalan PLN Jaga Ketahanan Energi Nasional

DENPASAR – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mempercepat pembangunan infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG) di berbagai wilayah Indonesia seiring proyeksi lonjakan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik nasional hingga 2034. Penguatan infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.

Direktur Utama (Dirut) PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan kebutuhan gas untuk sektor kelistrikan diperkirakan tumbuh sekitar 4,5 persen per tahun. Kenaikan itu didorong meningkatnya kebutuhan listrik nasional di berbagai sektor, mulai dari transportasi, industri, rumah tangga, hingga pusat data atau data center.

β€œPower sector diproyeksikan tumbuh paling tinggi sekitar 4,6-5,4 persen per tahun, didorong elektrifikasi di sektor transportasi, industri, residensial hingga pertumbuhan data center,” ujar Rakhmad dalam forum 11th Annual LNG Supply, Transport and Storage Forum 2026 di Bali sebagaimana dilansir Antara, Senin (11/05/2026).

PLN EPI memperkirakan produksi listrik nasional meningkat hampir dua kali lipat dalam satu dekade, dari 283,7 terawatt hour (TWh) pada 2024 menjadi sekitar 581-584 TWh pada 2034.

Meski penggunaan energi baru terbarukan terus ditingkatkan, gas bumi diproyeksikan tetap menjadi penopang utama sistem kelistrikan nasional. Pada 2034, kontribusi gas terhadap bauran pembangkit listrik diperkirakan mencapai 18-23 persen atau setara 132,3 TWh.

Sejalan dengan itu, kebutuhan gas PLN diprediksi meningkat dari 1.748 miliar British thermal unit per day (BBTUD) pada 2026 menjadi 2.490 BBTUD pada 2034. Sementara kebutuhan pengiriman LNG melonjak dari 103 kargo menjadi 214 kargo pada periode yang sama.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, PLN EPI mulai memperkuat kontrak jangka panjang gas dan LNG sekaligus mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur strategis.

Beberapa proyek yang tengah dikembangkan antara lain Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat 1 dan 2, FSRU Jawa Timur, FSRU Bali, hingga FSRU Cilegon. Selain itu, PLN EPI juga menyiapkan pembangunan Onshore Receiving Unit (ORU), kapal pengangkut LNG atau LNG carrier, serta jaringan pipa gas nasional.

PLN EPI turut memperluas pengembangan klaster LNG di wilayah Sumatera-Kalimantan, Sulawesi-Maluku, Papua Utara, hingga Nusa Tenggara guna mendukung program gasifikasi pembangkit listrik di kawasan kepulauan.

Secara keseluruhan, perusahaan menargetkan kapasitas regasifikasi mencapai 3.850 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD) dengan kapasitas penyimpanan hingga 1,2 juta meter kubik.

Rakhmad menegaskan pembangunan infrastruktur gas dan LNG kini menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat keamanan pasokan energi nasional.

β€œIni bukan lagi pilihan. Infrastruktur gas dan LNG harus dibangun untuk mendukung ketahanan energi dan transisi energi Indonesia,” katanya. []

Penulis: Rolandus Nampu | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *