Bank Kalsel Raih Peringkat Dua BPD dengan Pengalaman Nasabah Terbaik 2026
BANJARMASIN – Bank Kalsel menempati peringkat kedua dalam kategori 10 Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan pengalaman nasabah terbaik periode 2025–2026, mempertegas daya saing layanan perbankan daerah di tengah meningkatnya tuntutan transformasi digital dan kualitas pelayanan lintas kanal.
Pengakuan tersebut tercantum dalam publikasi BankCX Tracker: The Best Bank in Customer Experience 2026 yang diterbitkan majalah Infobank bersama Marketing Research Indonesia (MRI). Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Banjarmasin, Selasa, Bank Kalsel mencatat skor 83,28 persen.
Capaian ini menunjukkan penguatan kualitas layanan yang tidak hanya berfokus pada jaringan kantor konvensional, tetapi juga kesiapan petugas layanan terdepan (frontliner) serta pengembangan kanal digital yang menyesuaikan kebutuhan nasabah.
Direktur Utama (Dirut) Bank Kalsel Fachrudin menyebut penghargaan tersebut menjadi hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjaga mutu pelayanan secara menyeluruh.
“Kami bersyukur atas capaian Bank Kalsel yang kembali mendapat pengakuan dalam BankCX Tracker 2026. Bagi kami, pelayanan bukan sekadar masalah kecepatan dan keramahan, melainkan bagaimana nasabah mendapatkan pengalaman yang mudah, aman, nyaman, dan konsisten di setiap titik layanan,” ujar Fachrudin, sebagaimana diberitakan Kalselpos, Selasa (22/05/2026).
Riset tersebut menyoroti perubahan fokus industri perbankan dari sekadar keunggulan layanan menuju pengalaman nasabah yang lebih komprehensif. Penilaian dilakukan melalui berbagai kanal, seperti kantor cabang, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), pusat panggilan (call center), situs web, media sosial, mobile banking, surat elektronik (pos-el), live chat, hingga layanan digital lainnya.
Dalam kategori BPD, Bank Kalsel juga menorehkan capaian pada sejumlah indikator layanan. Perseroan meraih peringkat pertama untuk performa situs web, peringkat kedua untuk layanan surat elektronik, live chat, Short Message Service Banking (SMS Banking), call center, kenyamanan ATM, dan petugas keamanan. Sementara itu, peringkat ketiga diraih pada layanan mobile banking, media sosial, serta layanan pelanggan (customer service).
Menurut Fachrudin, hasil tersebut menjadi pendorong bagi Bank Kalsel untuk terus memperbaiki kualitas layanan seiring perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan pengalaman transaksi menyeluruh.
“Perilaku nasabah saat ini semakin dinamis. Mereka tidak hanya menilai pelayanan dari satu kanal, tetapi dari totalitas pengalaman saat berinteraksi dengan bank. Oleh karena itu, kami terus memperkuat fondasi digital, meningkatkan kompetensi frontliner, serta menjamin kenyamanan dan keamanan transaksi,” tambahnya.
Ia menegaskan, penguatan pengalaman nasabah menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap perbankan daerah sekaligus memperkuat posisi Bank Kalsel sebagai lembaga yang adaptif terhadap perkembangan layanan modern.
“Pengalaman nasabah adalah prioritas utama karena berdampak langsung pada kepercayaan, loyalitas, dan citra Bank Kalsel sebagai bank daerah yang terus tumbuh dan adaptif,” pungkas Fachrudin.
Ke depan, Bank Kalsel menargetkan peningkatan mutu layanan melalui inovasi digital, penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan penyempurnaan proses bisnis yang lebih responsif bagi masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel). []
Penulis: Anas Aliando | Penyunting: Redaksi01
