Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri Tetap Stabil di Tengah Tekanan Global

xr:d:DAFo5emHL8o:5,j:1203983808269573561,t:23071713

JAKARTA – Stabilnya suku bunga deposito yang ditawarkan bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada pekan ketiga Mei 2026 memperlihatkan strategi perbankan menjaga daya tarik instrumen investasi berisiko rendah di tengah tekanan global dan kebijakan moneter yang semakin ketat.

Berdasarkan pemantauan melalui situs resmi masing-masing bank hingga Jumat (22/05/2026), tiga bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri, masih mempertahankan tingkat bunga deposito tanpa perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,25 persen pada Rabu (20/05/2026). Kebijakan tersebut dinilai mempersempit ruang likuiditas perbankan seiring pelemahan nilai tukar rupiah akibat lonjakan harga minyak global pascaperang Iran-Amerika Serikat (AS).

Di tengah ketidakpastian pasar, deposito tetap menjadi instrumen yang diminati masyarakat karena menawarkan kepastian imbal hasil dan perlindungan dana melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dengan tingkat bunga penjaminan sebesar 3,50 persen.

Untuk produk deposito, BRI menetapkan setoran awal mulai Rp1 juta melalui layanan perbankan internet, serta Rp10 juta melalui kantor cabang. Hingga Mei 2026, BRI menawarkan suku bunga 3,25 hingga 3,35 persen untuk tenor satu bulan, sementara tenor tiga bulan menjadi yang tertinggi dengan bunga 3,50 persen. Adapun tenor enam bulan hingga 36 bulan dipatok tetap pada level 3,00 persen.

Sementara itu, BNI membuka akses deposito dengan setoran minimal Rp5 juta. Pada Mei 2026, BNI menerapkan bunga 2,25 persen untuk tenor satu bulan, naik menjadi 2,50 persen untuk tenor tiga bulan. Tingkat imbal hasil tertinggi berada pada tenor enam bulan sebesar 2,75 persen, sedangkan tenor 12 bulan dan 24 bulan tetap di angka 2,50 persen.

Bank Mandiri juga mempertahankan kebijakan bunga stabil. Nasabah dapat membuka deposito mulai Rp1 juta melalui aplikasi Livin’ by Mandiri atau Rp10 juta melalui kantor cabang. Untuk tenor satu bulan dan tiga bulan, suku bunga ditetapkan sebesar 2,25 persen. Sementara tenor enam bulan, 12 bulan, dan 24 bulan berada di level 2,50 persen.

Stabilitas suku bunga deposito di jajaran Himbara menunjukkan upaya bank nasional menjaga keseimbangan antara daya saing produk simpanan dan pengelolaan likuiditas di tengah dinamika ekonomi global.

Selain menjadi instrumen penyimpan dana, deposito masih dipandang sebagai pilihan investasi defensif bagi masyarakat yang mengutamakan keamanan aset dan kepastian pengembalian dana.

Para analis memperkirakan bank akan terus menyesuaikan strategi suku bunga dengan mempertimbangkan inflasi dan pergerakan likuiditas pasar pada kuartal kedua 2026, sehingga deposito tetap relevan bagi kebutuhan keuangan jangka pendek hingga menengah, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Jumat (22/05/2026). []

Penulis: Gelson Kurniawan | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *