BCA Perkuat UMKM Lewat Digitalisasi, Ekspor, dan Promosi Budaya
JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperluas strategi penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menggabungkan dukungan pembiayaan, digitalisasi, hingga promosi budaya lokal melalui BCA UMKM Fest 2026 yang digelar secara luring dan daring mulai Agustus hingga September 2026.
Langkah itu menjadi upaya BCA memperbesar akses pasar pelaku usaha lokal, tidak hanya di tingkat domestik tetapi juga internasional, di tengah pertumbuhan ekonomi digital dan persaingan industri kreatif yang semakin ketat.
BCA UMKM Fest 2026 akan berlangsung secara offline di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 20-23 Agustus 2026 melalui kolaborasi dengan Pagelaran Sabang Merauke 2026. Sementara penjualan daring digelar lewat platform Grab dan Blibli pada 1 Agustus hingga 20 September 2026, dengan melibatkan ribuan UMKM dari sektor makanan dan minuman, fesyen, kesehatan dan kecantikan, hingga hobi kreatif.
Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengatakan sinergi antara BCA UMKM Fest dan Pagelaran Sabang Merauke menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas dukungan terhadap pelaku usaha lokal.
Menurutnya, budaya tidak hanya ditampilkan melalui pertunjukan seni di atas panggung, tetapi juga dapat dirasakan melalui produk dan karya kreatif para pelaku UMKM Indonesia.
Ia menegaskan UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga kekayaan budaya lokal di tengah perkembangan industri kreatif dan ekonomi digital.
Selain membuka akses promosi dan pemasaran, BCA juga menyiapkan dukungan berupa voucher promosi, edukasi bagi seller, onboarding platform digital, serta penyaluran kredit produktif untuk memperkuat pengembangan usaha.
Pada tahap penguatan dasar bisnis, BCA menjalankan program pendampingan, termasuk fasilitasi sertifikasi halal. Hingga tahun lalu, lebih dari 4.500 UMKM telah memperoleh sertifikat halal melalui program tersebut.
Di sektor ekspor, program UMKM Go Export mendorong pelaku usaha menembus pasar global. Pada 2025, sebanyak 19 UMKM binaan Bakti BCA berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2025 dan mengikuti 185 sesi business matching, dengan potensi jejaring dagang ke 33 negara senilai Rp110,9 miliar.
BCA juga memperluas promosi produk lokal melalui program Creating Shared Value (CSV) bersama Perkumpulan Warna Alami (WARLAMI). Produk tenun berbahan pewarna alami dibawa ke ajang Tenun Exhibition di Indonesia House Amsterdam yang berlangsung pada 24 April hingga 15 September 2026, sebagaimana dilansir Pilar, Jumat (22/05/2026).
Melalui rangkaian program itu, BCA menargetkan semakin banyak UMKM mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan memanfaatkan teknologi digital sebagai fondasi bisnis berkelanjutan. []
Penulis: Ahmad Zulfikar | Penyunting: Redaksi01
