Bank Kalbar Perkuat CSR Sebagai Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar), H. Rokidi, S.E., M.M.dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian “TOP CSR Awards 2026” yang dilakukan secara daring, Jumat (22/05/2026). (Foto : Istimewa)
Bank Kalbar menegaskan CSR sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan dengan realisasi dana Rp8,863 miliar pada 2025 untuk UMKM, sosial, literasi keuangan, dan lingkungan.
JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) menegaskan komitmennya memperkuat program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembangunan daerah di Kalimantan Barat (Kalbar).
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar Rokidi dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar secara daring oleh Majalah TopBusiness di Jakarta, Jumat (22/05/2026).
Dalam ajang bertema Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development itu, Bank Kalbar memaparkan materi berjudul “Peran CSR Bank Kalbar Dalam Mendukung UMKM, Lingkungan, dan Kesejahteraan Masyarakat”.
“Secara umum kami, BPD Kalimantan Barat menegaskan komitmen bahwa CSR telah menjadi bagian integral dari tata kelola dan strategi perusahaan. Karena itu, setiap tahun kami rutin merealisasikan program-program CSR ini dengan dukungan biaya yang diambil dari sebagian laba yang tentunya juga sudah melalui atau disepakati oleh para pemegang sahamnya,” ujar Dirut Bank Kalbar. H Rokidi saat penjurian.
Bank Kalbar menempatkan CSR sebagai instrumen untuk mendukung pembangunan daerah, memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan atau stakeholder, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan. Komitmen itu diperkuat melalui prosedur operasi standar (SOP) CSR berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor SK/136/DIR Tahun 2020.
Melalui Divisi Corporate Secretary, penyaluran dana CSR dilakukan secara terstruktur, mulai dari administrasi, dokumentasi, hingga pelaporan kepada direksi. Mekanisme tersebut diperkuat dengan pengawasan internal dan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) agar program berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Rokidi menjelaskan, dana CSR Bank Kalbar tidak hanya disalurkan untuk bantuan sosial yang bersifat kepedulian, charity, dan filantropi, seperti bantuan bagi korban bencana alam serta kegiatan keagamaan. Dana itu juga diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk dukungan permodalan bagi pelaku UMKM.
“Pada tahun 2024 hingga sekarang, penyaluran bantuan modal usaha mikro sebesa mencpai Rp569.000.000,- (lima ratus enam puluh sembilan juta rupiah) dengan total penerima bantuan sebanyak 569 orang pengusaha mikro. Keterkaitan Program CSR dengan Strategi Bisnis Berkelanjutan, dengan bantuan modal usaha, selain mendukung pemberdayaan UMKM, juga sejalan dalam mendukung strategi bisnis berkelanjutan Bank Kalbar, di mana mereka juga menjadi pengusaha lebih mengenal dan memanfaatkan layanan perbankan (bank minded),”terangnya, di dampoingi tim.
Dalam penjurian tersebut, Bank Kalbar turut didampingi Kepala Divisi (Kadiv) Corporate Secretary Adi Fitriyadi, Kadiv Sumber Daya Manusia (SDM) Edy Kusnadi, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Rully, serta Kabid Hubungan Masyarakat (Humas) Azmi Haqqi.
Adapun tim juri penilai terdiri atas Ketua Dewan Juri TOP CSR Awards 2026 Mas Achmad Daniri, perwakilan Yayasan Kepak Sayapku (YKS) Anies J Boesra, Senior Advisory MSI Group Benyamin De Haan, perwakilan Corebest Indonesia Nurdizal M Rachman, serta Managing Editor Majalah ItWorks-MSI Group Ahmad Chury yang sekaligus bertindak sebagai moderator.
Sepanjang 2025, realisasi penyaluran dana CSR Bank Kalbar tercatat mencapai Rp8,863 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, UMKM, literasi keuangan, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Secara umum, program CSR Bank Kalbar menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan UMKM. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan program pembangunan pemerintah daerah, antara lain melalui aksi sosial, bantuan panti asuhan, olahraga, budaya, keagamaan, serta kegiatan lain di wilayah kerja Bank Kalbar.
Pada bidang perekonomian, program CSR diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan koperasi dan UMKM. Salah satu program unggulan yang terus dijalankan ialah bantuan modal usaha mikro dan peningkatan ekonomi kerakyatan. Program ini memberikan bantuan modal langsung maksimal Rp1 juta kepada pelaku usaha mikro tanpa kewajiban pengembalian dana.
Selain sektor ekonomi, Bank Kalbar juga menjalankan berbagai program sosial, seperti bantuan pembangunan sarana pendidikan, pengadaan ambulans, pembinaan olahraga, pengembangan rumah ibadah, hingga bantuan kendaraan pengangkut sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan.
Pada aspek lingkungan, Bank Kalbar menjalankan program penghijauan, bantuan bibit pohon, pengelolaan sampah, serta efisiensi energi dan air dalam operasional perusahaan. Bank Kalbar juga mencatat penurunan intensitas emisi sebesar 1.451,52 ton carbon dioxide equivalent (CO2eq) pada 2025 sebagai bagian dari implementasi operasional berkelanjutan.
Bank Kalbar menyatakan keberhasilan bisnis tidak lagi hanya diukur dari keuntungan semata, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memenuhi harapan para pemangku kepentingan.
“Itulah maka secara konsisten kami melaksanakan program-program CSR sebagai bentuk pelayanan dan juga bagian dari investasi sosial perusahaan untuk keberlanjutan,” ujar Rokidi.
Dengan penguatan tata kelola CSR, Bank Kalbar berharap program sosial dan lingkungan yang dijalankan dapat memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi daerah, serta mendukung nilai perusahaan dalam jangka panjang. []
Penulis: Rachmat Effendi | Penyunting: Redaksi
