Harga Emas Hari Ini Tak Berubah, Keuntungan Besar Masih Milik Investor Lama

xr:d:DAFNfEJiMhU:364,j:46750885988,t:23021010

JAKARTA – Stabilnya harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) pada Minggu, 24 Mei 2026, justru menyoroti lebar selisih antara harga jual dan harga beli kembali yang mencapai Rp196.000 per gram. Kondisi ini menunjukkan investasi emas lebih menguntungkan untuk jangka panjang ketimbang transaksi jangka pendek karena potensi rugi masih besar jika dijual kembali dalam waktu dekat.

Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) tetap berada di level Rp2.773.000 per gram. Sementara itu, harga beli kembali atau buyback juga tidak berubah di angka Rp2.577.000 per gram. Dengan demikian, terdapat selisih harga atau spread sebesar Rp196.000 per gram yang menjadi perhatian investor.

Selama ini, Antam menerapkan dua skema harga dalam perdagangan emas batangan, yakni harga jual kepada pembeli dan harga beli kembali dari konsumen. Harga jual digunakan saat masyarakat membeli emas dari gerai Logam Mulia, sedangkan harga buyback berlaku ketika investor menjual kembali emas ke perusahaan.

Bagi investor jangka pendek, kondisi ini berisiko menekan potensi keuntungan. Jika emas dibeli pada pagi hari di harga Rp2.773.000 per gram, lalu dijual kembali pada hari yang sama, nilainya hanya dihargai Rp2.577.000 per gram.

Pergerakan historis harga juga memperlihatkan emas cenderung memberikan hasil positif bagi pemegang jangka panjang. Berdasarkan kalkulasi harga, investor yang membeli emas pada 24 Mei 2025 di level Rp1.930.000 per gram berpotensi meraih keuntungan sekitar 33,52 persen. Bahkan, pembelian pada 24 Agustus 2024 di harga Rp1.420.000 per gram menghasilkan potensi keuntungan hingga 81,48 persen.

Sebaliknya, investor yang masuk pasar dalam periode pendek masih berpotensi mengalami kerugian. Pembelian pada 17 Mei 2026 tercatat minus 6,93 persen, sedangkan pembelian pada 24 Februari 2026 masih menunjukkan rugi 16 persen.

Situasi ini menegaskan emas masih relevan sebagai instrumen lindung nilai dan investasi jangka panjang, terutama bagi investor yang mampu menahan aset dalam waktu lebih lama. Data harga tersebut sebagaimana dilansir Kontan, Minggu, (24/05/2026), menunjukkan fluktuasi harga emas tetap perlu dicermati agar keputusan investasi lebih terukur. []

Penulis: Hasbi Maulana | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *