Bantul, Yogyakarta, DIY, UMY, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, UMKM, Family Day UMY, Milad UMY 2026, Desa Wisata Jamu Kiringan, Cahyo Wisnu Rubiyanto, Achmad Nurmandi, ekonomi lokal, kampus dan UMKM, pemberdayaan masyarakat
BANTUL – Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi fokus utama perayaan puncak Milad ke-45 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui kegiatan Family Day di Kampus Terpadu UMY, Minggu (24/05/2026). Sedikitnya 100 tenant UMKM dan desa binaan dilibatkan untuk mendorong perputaran ekonomi lokal sekaligus memperluas promosi potensi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan kampus itu tidak hanya menjadi ajang perayaan internal, tetapi juga ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan mitra eksternal. Salah satu sorotan utama adalah kehadiran Desa Wisata Jamu Kiringan, desa binaan UMY, yang membagikan 1.500 porsi jamu tradisional gratis kepada ribuan pengunjung dari kalangan sivitas akademika hingga warga sekitar.
Ketua Milad ke-45 UMY, Cahyo Wisnu Rubiyanto, mengatakan keterlibatan pelaku UMKM dan desa binaan menjadi langkah nyata kampus dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.
“Terdapat sekitar 100 tenant UMKM yang terlibat, berasal dari internal UMY, mitra eksternal, hingga desa binaan. Tahun ini kami sengaja melibatkan Desa Wisata Jamu Kiringan untuk mengenalkan potensi lokal mereka sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat lewat 1.500 porsi jamu gratis,” ujar Cahyo di sela-sela acara, dalam keterangan tertulis yang diterima Detikjogja, sebagaimana dilansir Detikjogja, Minggu (24/05/2026).
Cahyo menambahkan, pelibatan sektor UMKM sejalan dengan tema milad tahun ini, yakni Lead the Change, Light the World, yang mencerminkan upaya UMY memperluas dampak sosial dan ekonomi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menegaskan usia ke-45 menjadi momentum bagi kampus untuk memperkuat tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar.
“UMY saat ini berada dalam tahap penting. Kami berharap UMY dapat terus mewarnai dunia, menghadirkan perdamaian, keramahan, serta kecerdasan di tengah masyarakat. Kontribusi itu harus dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar,” tegas Nurmandi.
Selain pasar UMKM dan festival jamu tradisional, rangkaian puncak milad juga diisi dengan senam bersama, penanaman pohon, karnaval budaya, talkshow kesehatan, hingga panggung seni yang diikuti warga kampus dan masyarakat sekitar.
Antusiasme pengunjung semakin meningkat dengan pembagian ratusan doorprize, termasuk empat unit sepeda motor dan 123 hadiah dari sponsor. Momentum ini memperlihatkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi akar rumput melalui kolaborasi bersama UMKM dan masyarakat lokal di DIY. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
