UMKM Kendal Dibidik Tembus Ritel Modern, Target 50 Produk Masuk Alfamart

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menargetkan sebanyak 50 produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dapat menembus pasar ritel modern pada 2026. Target tersebut dicanangkan setelah baru 20 produk UMKM dari total sekitar 39 ribu pelaku usaha di Kendal yang berhasil masuk jaringan ritel Alfamart.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan dan kurasi produk yang digelar Pemkab Kendal bersama Alfamart guna meningkatkan kualitas produk UMKM agar mampu bersaing di pasar modern. Program itu difokuskan pada peningkatan kualitas kemasan produk hingga pengelolaan keuangan pelaku usaha.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan produk UMKM Kendal memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan daerah lain. Namun, menurut dia, pelaku usaha perlu melalui proses kurasi ketat sebelum dapat dipasarkan di jaringan ritel modern.

“Tahun ini kami targetkan 50 produk lokal bisa terpilih untuk masuk ke ritel Alfamart,” katanya, sebagaimana diberitakan Tribunjateng, Selasa (26/05/2026).

Ia juga meminta pelaku UMKM tidak mudah menyerah dalam mengembangkan usahanya agar dapat naik kelas dan memperluas pasar penjualan.

“Semoga para pelaku UMKM ini bisa dapatkan kesempatan untuk naik kelas,” tuturnya.

Selain mendorong perluasan pasar, Pemkab Kendal juga memastikan pelaku UMKM dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun tidak dikenakan pajak pendapatan.

“Yang omsetnya lebih dari Rp500 juta yang kami tarik pajak pendapatannya,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) UMKM Dinas Perdagangan (Disdag) Kendal, Lytria Wandwiati, menjelaskan pelatihan tersebut diikuti 50 pelaku UMKM. Materi pelatihan difokuskan pada penataan packaging atau kemasan produk serta pengelolaan keuangan agar produk siap masuk pasar ritel modern.

“Ada 50 pelaku UMKM yang ikut pelatihan dan harapan kami semoga setelah ini mereka bisa masuk pasar ritel,” imbuhnya.

Sementara itu, Manajer Alfamart Kendal, Abdi Sulistianto, menyebut pihaknya membuka peluang bagi produk UMKM lokal untuk dipasarkan di 99 gerai Alfamart di Kendal. Namun, setiap produk tetap harus memenuhi standar kualitas, harga, kesiapan pasokan, serta memiliki sertifikasi halal.

“Kalau lolos kurasi, kami bantu pasarkan produknya.”

“Kalau sudah ACC manajemen, produknya juga bisa masuk ke 481 toko Alfamart di seluruh cabang Semarang,” jelasnya.

Salah seorang pelaku UMKM Kendal, Neni Krismiati, mengaku baru pertama kali mengikuti seleksi produk Alfamart setelah lima tahun menjalankan usaha roti egg roll. Selama ini, ia mengandalkan penjualan daring dan momentum Lebaran untuk memasarkan produknya.

“Saya sudah lima tahun menggeluti usaha ini dan baru pertama kali ikut acara. Semoga bisa lolos,” sambungnya.

Warga Kaliwungu, Kendal, itu mengatakan saat ini mampu memproduksi sekitar 10 kaleng roti egg roll per hari dan jumlahnya dapat meningkat sesuai pesanan.

“Kalau untuk kemasannya memang saya masih ambil dari online, belum sendiri. Tapi kalau packing aman,” tandasnya. []

Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *