Mahasiswa Undip Diterjunkan Dampingi UMKM Desa Go Digital

SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendorong percepatan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Desa BRILiaN di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Sebanyak 45 mahasiswa lintas fakultas diterjunkan untuk mendampingi pelaku usaha desa agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan usaha.

Program bertajuk Smart Eco Village Program tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat desa melalui pemasaran digital, pengelolaan keuangan, hingga penguatan akses layanan keuangan berbasis digital. Mahasiswa akan diterjunkan dalam tiga kloter dan melakukan pendampingan secara langsung kepada warga dari rumah ke rumah.

Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip menjadi pelaksana utama kegiatan yang menggandeng BRI dalam pembekalan mahasiswa di Gedung G Dekanat FPP Undip. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa multidisiplin dari berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Psikologi (FPSI), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), hingga Fakultas Sains dan Matematika (FSM).

Ketua pelaksana kegiatan, Cahya Setya Utama, mengatakan program KKN-T diarahkan untuk membangun desa yang mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui pemberdayaan masyarakat serta digitalisasi desa.

Sementara itu, Dekan FPP Undip, Sugiharto, menilai KKN Tematik menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa dan penguatan ekonomi masyarakat, sebagaimana dilansir Suara Merdeka, Selasa (26/05/2026).

“KKN Tematik ini tidak hanya menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga bentuk pengabdian Undip kepada masyarakat.”

“Mahasiswa diharapkan hadir sebagai solusi agar masyarakat desa mampu beradaptasi dengan perkembangan digital dan meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal,” ujarnya, Selasa (26/05/2026).

Dalam pendampingan tersebut, mahasiswa membantu pelaku UMKM memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas pemasaran produk. Selain itu, mahasiswa juga mendampingi penyusunan pembukuan sederhana dan pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB).

Masyarakat desa turut diperkenalkan dengan layanan keuangan digital, termasuk penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan agen BRILink guna mempermudah transaksi usaha sehari-hari. Model pendampingan langsung dinilai efektif untuk memahami persoalan yang dihadapi pelaku usaha sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat.

Kolaborasi Undip dan BRI juga terintegrasi dengan sejumlah program pemberdayaan lain seperti Penguatan Desa, Klasterku Hidupku, Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan LinkUMKM. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha desa mulai dari produksi, pemasaran, hingga akses pembiayaan.

Adapun sejumlah tantangan yang menjadi perhatian dalam program ini meliputi keterbatasan modal usaha, rendahnya literasi digital masyarakat, serta lemahnya manajemen usaha. Karena itu, pembekalan mahasiswa difokuskan pada strategi pendampingan yang aplikatif dan solutif guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar digital.

Melalui program KKN Tematik Desa BRILiaN, Undip dan BRI berharap masyarakat desa semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan pengelolaan usaha yang lebih baik, serta mampu memperluas akses pasar dan layanan keuangan secara berkelanjutan. []

Penulis: Dian Chandra | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *