Transformasi SDM Energi, Pertamina Dorong Literasi dan Knowledge Management

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memperkuat budaya literasi dan pengelolaan pengetahuan di lingkungan perusahaan melalui peluncuran Tugu PertaLibs by Titik Baca di enam lokasi kerja Pertamina Grup di wilayah Jabodetabek. Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pertamina MindFUEL bertema “The Energy to Elevate” yang digelar di Grha Pertamina pada Senin (25/05/2026).

Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong peningkatan kompetensi pekerja melalui akses literasi digital dan penguatan budaya belajar mandiri di tengah dinamika industri energi serta transformasi bisnis yang terus berkembang. Selain meluncurkan Tugu PertaLibs, Pertamina juga memperkenalkan Pertamina Book Club melalui program BoomTalk@Works dan Literacy Agent (LiteraSquad).

Senior Vice President (SVP) Pertamina Corporate University, Robby Rafid, mengatakan peningkatan literasi menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan baru di dunia usaha.

“Peningkatan literasi dibutuhkan saat ini, dimana perusahaan saat ini mengalami dinamika baru yang dihadapi. Membaca juga diharapkan menjadi energi bagi para perwira,” katanya, sebagaimana dilansir Detik, Rabu (27/05/2026).

Menurutnya, kehadiran layanan buku digital memudahkan pekerja mengakses bahan bacaan kapan saja, termasuk di sela aktivitas kerja maupun waktu istirahat.

Sementara itu, Vice President (VP) Learning Development Pertamina Corporate University, Yulius Bulo, menjelaskan penguatan literasi dilakukan melalui pengelolaan knowledge management perusahaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendokumentasikan aset pengetahuan perusahaan agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh pekerja Pertamina.

“Literasi masih sangat penting di masa saat ini, guna mendukung hal ini Pertamina juga berupaya mendokumentasikan knowledge asset yang menjadi salah satu koleksi digital perusahaan untuk mendiseminasi atau menyebarkan hal tersebut sebagai sarana belajar di internal pekerja Pertamina. Keseluruhan ekosistem ini harapannya bisa menjadi penguat bagi para perwira untuk membangun literasinya,” urainya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pertamina juga menggelar talkshow bertema “In this Economy: Does Literacy (Still) Matter?”. Diskusi itu mengangkat pentingnya literasi pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kritis di tengah tekanan ekonomi global serta perubahan sektor energi.

Acara tersebut menghadirkan Co Founder Du’Anyam sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Krealogi, Hanna Keraf, serta sutradara film animasi JUMBO, Ryan Adriandhy.

Di sisi lain, Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menilai pengelolaan aset pengetahuan perusahaan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan inovasi Pertamina yang telah berkembang selama lebih dari enam dekade.

“Perjalanan panjang Pertamina yang telah berusia lebih dari 6 dasawarsa, tentunya melahirkan berbagai inovasi yang perlu untuk terus diwariskan ke generasi-generasi berikutnya. Pengalaman dan pengetahuan pribadi-pribadi para pekerja menjadi pengetahuan perusahaan. Ini tentunya dapat tercapai melalui pengelolaan knowledge management yang baik,” ujar Baron.

Ia menambahkan, digitalisasi aset pengetahuan perusahaan akan memperluas akses pekerja terhadap sumber pembelajaran internal.

“Semua organisasi besar memiliki aset pengetahuan perusahaan. Tapi aset pengetahuan yang besar itu tidak akan berguna jika tidak bisa diakses dan dipelajari. Untuk itulah Pertamina menghadirkan Tugu PertaLibs,” tutup Baron. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *