Harga Emas Antam Hari Ini Masih Bertahan di Rp2,78 Juta per Gram
JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) pada perdagangan Kamis pagi tercatat masih bertahan di level Rp2.785.000 per gram. Stabilnya harga logam mulia itu terjadi setelah sehari sebelumnya mengalami koreksi sebesar Rp13.000 per gram dari posisi Rp2.798.000.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia per pukul 07.30 WIB, harga emas Antam belum mengalami perubahan dari pembaruan terakhir pada Rabu (27/05/2026). Pembaruan harga harian diketahui baru dilakukan setiap pukul 08.30 WIB.
Kondisi tersebut membuat investor dan masyarakat yang ingin membeli emas masih mengacu pada harga penutupan sebelumnya. Emas Antam sendiri tersedia dalam berbagai ukuran, mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, sehingga memberikan pilihan investasi sesuai kemampuan dan kebutuhan konsumen.
Daftar harga emas Antam per Kamis (28/05/2026) pukul 07.30 WIB yakni 0,5 gram Rp1.442.500, 1 gram Rp2.785.000, 2 gram Rp5.510.000, 3 gram Rp8.240.000, 5 gram Rp13.700.000, 10 gram Rp27.345.000, 25 gram Rp68.237.000, 50 gram Rp136.295.000, 100 gram Rp272.712.000, 250 gram Rp681.515.000, 500 gram Rp1.362.820.000, dan 1.000 gram Rp2.725.600.000.
Selain memantau pergerakan harga, calon investor juga perlu memahami ketentuan perpajakan dalam transaksi emas batangan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 0,9 persen untuk pembeli tanpa NPWP.
Sementara itu, transaksi penjualan kembali atau buyback emas ke PT Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan pajak sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. Potongan pajak tersebut dilakukan langsung dari total nilai transaksi.
Informasi harga emas tersebut sebagaimana dilansir Kompas, Kamis, (28/05/2026). Masyarakat diimbau memantau pembaruan harga resmi Logam Mulia yang diperbarui setiap hari pukul 08.30 WIB guna memperoleh acuan transaksi terbaru. []
Penulis: Mela Arnani | Penyunting: Redaksi01
