Sembako Jatim Tak Stabil, Ini Daftar Komoditas yang Naik dan Turun

SURABAYA – Harga kebutuhan pokok di Jawa Timur terpantau bergerak fluktuatif dengan pola kenaikan dan penurunan yang terjadi secara bersamaan pada sejumlah komoditas utama. Perubahan ini terjadi di tengah dinamika pasokan dan permintaan menjelang periode kebutuhan rumah tangga yang meningkat, berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur.

Data yang dihimpun menunjukkan sebagian komoditas mengalami kenaikan, terutama minyak goreng kemasan sederhana, telur ayam kampung, garam, cabai rawit merah, bawang putih, hingga gas elpiji. Sementara itu, penurunan harga terjadi pada bawang merah, cabai merah keriting, cabai merah besar, serta daging ayam ras dan ayam kampung.

Informasi pergerakan harga ini juga diperkuat oleh catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Kamis (28/05/2026), yang menunjukkan bahwa fluktuasi harga pangan masih menjadi pola dominan di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur (Jatim) dalam sistem pemantauan harga pangan daerah menyebutkan bahwa kondisi tersebut masih berada dalam kategori wajar karena dipengaruhi siklus pasar. Ia menekankan pentingnya pemantauan rutin untuk menjaga stabilitas konsumsi masyarakat.

“Pemantauan harga ini penting agar masyarakat dapat mengatur kebutuhan rumah tangga secara lebih bijak di tengah dinamika pasar,” demikian keterangan yang dirangkum dari laporan Siskaperbapo Jatim.

Berdasarkan data rata-rata harga pada Kamis (28/05/2026), beras premium tercatat Rp14.978 per kg, beras medium Rp12.887 per kg, gula kristal putih Rp17.216 per kg, minyak goreng curah Rp20.772 per kg, serta minyak goreng kemasan premium Rp21.506 per liter. Sementara minyak goreng kemasan sederhana berada di Rp18.765 per liter dan Minyakita Rp16.381 per liter.

Untuk komoditas protein hewani, daging sapi paha belakang berada di Rp125.717 per kg, daging ayam ras Rp34.229 per kg, dan daging ayam kampung Rp67.870 per kg. Telur ayam ras tercatat Rp25.959 per kg, sedangkan telur ayam kampung mencapai Rp48.617 per kg.

Pada kelompok bumbu dapur, cabai rawit merah berada di Rp73.995 per kg, cabai merah keriting Rp50.318 per kg, dan cabai merah besar Rp50.855 per kg. Bawang merah tercatat Rp43.046 per kg, sementara bawang putih Rp28.653 per kg. Gas elpiji berada di level Rp20.223.

Secara rinci, kenaikan harga tercatat pada minyak goreng kemasan sederhana sebesar 1,02 persen, telur ayam kampung naik 4,97 persen, garam halus naik 2,60 persen, cabai rawit merah naik 2,76 persen, bawang putih naik 2,56 persen, serta gas elpiji naik 1,72 persen.

Sebaliknya, penurunan terjadi pada bawang merah sebesar 1,68 persen, cabai merah keriting turun 3,82 persen, cabai merah besar turun 8,14 persen, daging ayam kampung turun 4,56 persen, dan daging ayam ras turun 2,34 persen.

Pengamat ekonomi pangan menilai fluktuasi ini dipengaruhi kombinasi faktor musiman, cuaca, hingga distribusi logistik. Gangguan pasokan akibat perubahan iklim serta biaya produksi yang tidak stabil turut memperkuat dinamika harga di tingkat pasar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan masih sangat bergantung pada keseimbangan pasokan dan distribusi. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat rantai pasok untuk menekan volatilitas harga agar tidak berdampak langsung pada daya beli masyarakat. []

Penulis: Dinda Lestari | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *