UMKM Bordir Malang Tembus Dubai, Marsalia Raup Pasar Internasional

MALANG – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bordir asal Kota Malang, Marsalia, berhasil memperluas pasar hingga mancanegara dengan mengandalkan produk handmade berbasis kerajinan tangan. Usaha binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Malang Sutoyo tersebut kini menerima pesanan dari berbagai daerah hingga Dubai.

Marsalia dirintis Sri Rahayu sejak 2010 bermula dari hobi menyulam secara otodidak. Dari usaha rumahan, Marsalia berkembang menjadi merek bordir dengan lebih dari 200 varian produk yang didominasi hasil bordir manual khas Malang.

“Awalnya hanya berangkat dari kesukaan membuat kerajinan tangan. Tidak pernah terpikir akan berkembang sejauh ini, tetapi karena banyak yang memesan, akhirnya saya tekuni dengan lebih serius,” ujar Sri Rahayu, sebagaimana dilansir Batasmedia99, Rabu (27/05/2026).

Salah satu produk unggulan Marsalia adalah daster bordir berbahan katun Jepang yang dikenal nyaman digunakan dan memiliki detail bordir khas hasil pengerjaan tangan. Proses produksi melibatkan para pengrajin perempuan di Malang untuk menjaga kualitas sekaligus mempertahankan nilai seni pada setiap produk.

“Semua bordir dikerjakan tangan oleh ibu-ibu di sekitar sini. Saya ingin mereka juga punya penghasilan dan merasa diberdayakan,” jelas Sri.

Selain memproduksi busana bordir, Marsalia juga memanfaatkan kain perca menjadi berbagai produk kreatif seperti tas, sandal, dan dompet. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi limbah produksi sekaligus menambah variasi produk yang dipasarkan.

Perkembangan usaha Marsalia semakin meningkat setelah bergabungnya Marketing Manager Marsalia, Dany Ariyanto, pada 2023. Strategi pemasaran melalui media sosial, marketplace, dan outlet fisik dinilai mampu memperluas jangkauan pasar produk bordir tersebut.

“Kami melihat potensi besar dari produk handmade ini. Dengan strategi pemasaran yang tepat, Marsalia bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan internasional,” ungkap Dany.

Saat ini, produk Marsalia telah dipasarkan di sejumlah gerai UMKM di Malang dan Jawa Timur (Jatim). Peningkatan permintaan pasar juga berdampak pada bertambahnya jumlah penjahit dan pembordir lokal yang dilibatkan dalam proses produksi.

“Harapan saya sederhana, Marsalia bisa terus bertahan, berkembang, dan memberi manfaat bagi banyak orang,” tutup Sri. []

Penulis: Edy | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *