Amartha Siapkan Forum Internasional Bahas Kesehatan Finansial UMKM
JAKARTA – Amartha menggandeng lebih dari 20 mitra lintas sektor untuk memperkuat ketahanan finansial pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akar rumput di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan menyusul masih tingginya jumlah pelaku usaha kecil yang menghadapi pendapatan tidak stabil meski akses layanan keuangan nasional terus meningkat.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 80,51 persen. Namun, data World Bank Global Findex menunjukkan lebih dari 60 persen UMKM akar rumput masih mengalami ketidakpastian pendapatan bulanan.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa peningkatan akses keuangan belum sepenuhnya mampu menciptakan financial health atau kesehatan finansial yang berkelanjutan bagi masyarakat. Pelaku UMKM masih menghadapi tantangan dalam mengelola pengeluaran, menabung, hingga merencanakan keuangan keluarga untuk jangka panjang.
Untuk membahas persoalan tersebut, Amartha Financial menggelar rangkaian Road to The 2026 Asia Grassroots Forum: Accelerating Growth, Nurturing Changemakers di Jakarta pada 7 Mei 2026. Forum yang difasilitasi Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) itu menghadirkan lembaga sosial, perusahaan, peneliti, dan perwakilan pemerintah guna merumuskan strategi penguatan kesehatan finansial masyarakat akar rumput.
Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto, mengatakan akses layanan keuangan perlu disertai pendampingan dan dukungan lain agar mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
“Amartha mengumpulkan para mitra lintas sektor untuk bersama-sama merumuskan berbagai intervensi yang mampu mendorong ketahanan kesehatan keuangan bagi komunitas akar rumput,” ujar Aria, sebagaimana dilansir Manadopost, Rabu (28/05/2026).
Menurut Aria, penguatan kesehatan finansial masyarakat membutuhkan dukungan berupa edukasi, pemanfaatan teknologi yang mudah diakses, perluasan pasar, hingga kebijakan yang berpihak pada pelaku UMKM.
Direktur Eksekutif (Dirut) Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), Fito Rahdianto, menilai pembahasan mengenai financial health penting agar konsep tersebut lebih relevan dan aplikatif bagi masyarakat akar rumput. Sementara itu, Analis Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia (BI), Siti Humaira, menyebut konsep kesehatan finansial masih tergolong baru di Indonesia sehingga memerlukan pemahaman bersama lintas sektor.
Sebagai tindak lanjut, Amartha akan menggelar The 2026 Asia Grassroots Forum pada 3-4 Juni 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta dengan tema “Enabling Growth, Elevating Financial Health”. Forum tersebut ditargetkan dihadiri lebih dari 500 delegasi dari dalam dan luar negeri untuk membahas solusi kolektif dalam memperkuat ketahanan finansial masyarakat akar rumput. []
Penulis: Amelia Beatrix | Penyunting: Redaksi01
