Pemerintah Prioritaskan Rusun dan Kota Satelit di Lahan ATR/BPN
JAKARTA – Pemerintah memprioritaskan pembangunan rumah susun dan kota satelit di atas lahan yang disiapkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) guna mendukung percepatan Program Strategis Nasional (PSN) sektor perumahan serta program 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan lahan yang telah disiapkan pemerintah akan difokuskan untuk pembangunan hunian vertikal dan pengembangan kawasan penyangga perkotaan.
“Nanti kita utamakan untuk rumah susun (rusun) dan juga kota satelit,” ujar Ara di Jakarta, Kamis.
Menurut Ara, pembangunan rusun menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo dalam upaya memperluas akses hunian bagi masyarakat.
Saat ini, Kementerian PKP masih melakukan verifikasi terhadap lahan yang diserahkan Kementerian ATR/BPN di berbagai daerah.
“Kita sekarang sedang mengecek tanah-tanah yang diberikan Pak Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid,” katanya sebagaimana diwartakan Antara, Kamis (29/05/2026).
Ara menyebutkan terdapat 188 lokasi lahan yang tengah dipetakan untuk mendukung pembangunan kawasan hunian baru. Pemerintah menilai ketersediaan lahan menjadi faktor utama dalam keberhasilan program perumahan nasional.
“Kami memiliki konsep sederhana untuk melaksanakan program 3 Juta Rumah. Kami ingin tanah untuk pembangunan rumah ini bisa tersedia,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan lahan potensial yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi sebagai dukungan terhadap PSN pembangunan permukiman hunian vertikal dan kota satelit.
Berdasarkan data awal Kementerian ATR/BPN, total lahan yang teridentifikasi mencapai lebih dari 129 ribu hektare. Namun, sekitar 37 ribu hektare di antaranya dinilai siap dan potensial untuk segera dimanfaatkan.
“Data awal kami menunjukkan terdapat sekitar 129.764 hektare lahan yang teridentifikasi. Namun, yang benar-benar potensial untuk dimanfaatkan saat ini sekitar 37.709 hektare,” terang Nusron.
Pemerintah juga memprioritaskan pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan guna menekan keterbatasan lahan sekaligus memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di sisi lain, pengembangan kota satelit disiapkan dengan cakupan lahan yang lebih luas untuk mendukung pemerataan kawasan permukiman baru. []
Penulis: Suharsana Aji Sasra J C | Penyunting: Redaksi01
