Heboh Pentas Seni SDN Pakuniran 1, Ketua DPRD Probolinggo Minta Dinas Pendidikan Turun Tangan
Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jatikusuma, angkat bicara mengenai polemik penampilan siswa dalam kegiatan pentas seni (pensi) akhir tahun di SDN Pakuniran 1, Kecamatan Pakuniran. (Foto : Misbahul Munir)
PROBOLINGGO – Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jatikusuma, angkat bicara mengenai polemik penampilan siswa dalam kegiatan pentas seni (pensi) akhir tahun di SDN Pakuniran 1, Kecamatan Pakuniran. Acara kelulusan tersebut belakangan menjadi sorotan tajam publik dan viral di berbagai platform media sosial.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Oka Mahendra mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo untuk segera melakukan pembinaan intensif ke sekolah-sekolah guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Pentas Seni Sekolah Harus Miliki Batasan Etis
Meski mengaku belum melihat langsung video yang beredar, Oka menegaskan bahwa jika dugaan penampilan yang dinilai kurang pantas itu benar terjadi, maka hal tersebut sangat disayangkan dan tidak boleh dibiarkan dalam dunia pendidikan.
“Seharusnya tidak boleh terjadi dan tidak boleh dilakukan. Harus ada pembinaan dari Dinas Pendidikan bahwasanya setiap pesta atau pentas seni akhir tahun untuk kelulusan itu memang harus ada batas-batasnya,” ujar Oka Mahendra saat dimintai keterangan.
Oka menambahkan, kreativitas siswa dalam pentas seni merupakan hal yang positif, namun tetap harus dipagari oleh norma kesopanan dan budaya lokal.
Dorong Nilai Religius dan Ukhuwah Islamiyah
Sebagai daerah yang kental dengan nilai-nilai religius, Oka berharap setiap lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo mampu menyaring jenis hiburan yang disuguhkan kepada masyarakat, khususnya yang melibatkan anak-anak di bawah umur.
“Harapan saya, apa pun pentas seni yang dilakukan harus tetap mengedepankan ukhuwah islamiyah. Jadi, bukan mengedepankan terkait dengan masalah tari-tarian yang mungkin tidak senonoh. Itu sangat tidak dibenarkan,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, politisi muda ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan preventif dari pihak terkait. Dinas Pendidikan wajib memberikan pedoman serta arahan kepada seluruh kepala sekolah di Kabupaten Probolinggo sebelum menggelar acara pelepasan siswa atau pentas seni akhir tahun. Langkah ini dinilai penting agar esensi perayaan kelulusan tetap menjadi momentum yang edukatif, santun, dan membanggakan.” pungkasnya. (mis)
