Negosiasi AS-Iran Berbuah Positif, Harga Minyak Global Turun
JAKARTA – Harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong harga minyak dunia bergerak turun pada perdagangan Rabu (01/07/2026) waktu setempat atau Kamis (02/07/2026) pagi. Pelemahan terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menuntaskan putaran perundingan tidak langsung di Doha, Qatar, yang dinilai membuka peluang terciptanya stabilitas pasokan energi global.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 1,15 persen menjadi 67,79 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai acuan global melemah 0,85 persen ke level 70,96 dolar AS per barel.
Optimisme pasar menguat setelah Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan perkembangan positif dari proses dialog dengan Iran. “Proses denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik dan kita lihat bagaimana hasilnya nanti,” kata Trump kepada wartawan, sebagaimana dilansir Kompas, Kamis, (02/07/2026).
Perundingan berlangsung secara tidak langsung di Doha sejak Selasa (30/06/2026) dengan Qatar bertindak sebagai mediator. Delegasi AS yang dipimpin utusan khusus Steve Witkoff menjalankan pembahasan tanpa bertemu langsung dengan perwakilan Iran.
Langkah diplomatik tersebut dilakukan setelah hubungan kedua negara kembali memanas pada akhir pekan lalu. Ketegangan meningkat menyusul laporan serangan Iran terhadap dua kapal komersial yang kemudian dibalas AS dengan serangan ke sejumlah sasaran di wilayah Iran. Situasi itu sempat mengancam keberlangsungan gencatan senjata selama 60 hari yang telah disepakati sebelumnya.
Membaiknya prospek perundingan membuat pelaku pasar mulai mengurangi kekhawatiran terhadap potensi gangguan distribusi minyak dari Timur Tengah. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi minyak terbesar di dunia sehingga setiap perkembangan geopolitik memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan harga energi global.
Meski sentimen pasar cenderung positif, investor masih akan memantau kelanjutan negosiasi antara Washington dan Teheran. Hasil pembicaraan kedua negara diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi arah harga minyak dunia sekaligus stabilitas pasokan energi internasional. []
Redaksi01
