Hotel Premium Bali Ubah Strategi, Profit Kini Lebih Penting dari Okupansi
Laporan Colliers Indonesia memproyeksikan pasokan sekitar 1.623 kamar hotel bintang lima baru akan hadir secara bertahap sepanjang 2026 hingga 2029. Penambahan kapasitas tersebut mendorong pelaku industri menyusun strategi baru agar tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat.
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menjelaskan perubahan strategi itu tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat posisi aset di pasar serta menyesuaikan diri dengan pola permintaan wisatawan yang terus berkembang.
“Beberapa temuan utama dari fenomena rebranding hotel ini mencakup pergeseran dari volume ke profitabilitas, peningkatan nilai aset, reposisi melalui konsep yang diperbarui, serta adaptasi terhadap pola permintaan yang terus berubah,” urai Ferry, sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis (02/07/2026).
Menurut Ferry, perubahan karakter konsumen turut memengaruhi arah pengembangan industri perhotelan premium. Wisatawan kelas atas yang kini didominasi generasi milenial dan Generasi Z (Gen Z) lebih mengutamakan pengalaman menginap yang eksklusif dan bersifat personal.
“Konsep kemewahan kini tidak lagi hanya ditentukan oleh skala proyek atau klasifikasi bintang, tetapi semakin dipengaruhi oleh unsur eksklusivitas, personalisasi, dan pengalaman yang ditawarkan,” jelas Ferry.
Sejalan dengan perubahan tersebut, pengembangan hotel di Bali kini lebih banyak mengedepankan konsep wellness, retreat, serta pengalaman wisata autentik yang dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi tamu dibanding hanya menawarkan fasilitas fisik yang mewah.
Colliers Indonesia menilai kemampuan pelaku industri dalam menjalankan strategi rebranding, mengendalikan biaya operasional, serta mengidentifikasi peluang pasar baru akan menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing di tengah bertambahnya pasokan hotel berbintang hingga beberapa tahun mendatang.
“Eksekusi strategi rebranding yang efektif, optimalisasi biaya operasional, dan kejelian mengidentifikasi ceruk permintaan baru menjadi benteng utama para pemilik hotel dalam menghadapi persaingan ketat pasokan kamar bintang 5 yang terus membanjiri pasar Bali hingga tahun 2029,” pungkas Ferry. []
Redaksi01
