Update Harga Pangan Selasa: Cabai Rawit Rp62.150/Kg, Telur Ayam Rp29.100/Kg

JAYAPURA – Harga sejumlah komoditas pangan strategis nasional masih menunjukkan variasi pada perdagangan Selasa (07/07/2026). Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, cabai rawit merah tercatat menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi di tingkat pedagang eceran, yakni Rp62.150 per kilogram (kg), sementara harga telur ayam ras berada di level Rp29.100 per kg.

Data yang dikelola Bank Indonesia (BI) tersebut menunjukkan bahwa kelompok komoditas hortikultura masih berada pada kisaran harga yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah bahan pangan lainnya. Informasi itu diperoleh dari pemantauan harga nasional sebagaimana dilansir Antara, Selasa (07/07/2026).

Selain cabai rawit merah, PIHPS mencatat harga cabai merah keriting mencapai Rp50.900 per kg, cabai merah besar Rp50.050 per kg, serta cabai rawit hijau sebesar Rp49.950 per kg. Sementara itu, bawang merah dijual Rp46.900 per kg dan bawang putih Rp44.000 per kg.

Untuk kelompok beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp14.700 per kg dan beras kualitas bawah II Rp14.500 per kg. Adapun beras kualitas medium I dijual Rp16.350 per kg, beras kualitas medium II Rp16.150 per kg, beras kualitas super I Rp17.650 per kg, serta beras kualitas super II Rp17.150 per kg.

Komoditas protein hewani juga terpantau stabil. Daging ayam ras segar dijual Rp36.700 per kg, sedangkan daging sapi kualitas I mencapai Rp150.400 per kg dan daging sapi kualitas II berada di harga Rp141.450 per kg. Di sisi lain, telur ayam ras dipasarkan Rp29.100 per kg.

Pada kelompok kebutuhan pokok lainnya, gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.300 per kg, sedangkan gula pasir lokal Rp19.050 per kg. Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah berada di level Rp20.550 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp24.250 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II sebesar Rp23.400 per liter.

Data harga tersebut merupakan gambaran harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah dalam memantau perkembangan harga kebutuhan pokok. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *