Pemko Subulussalam Gelar Pasar Murah di Lima Kecamatan Mulai 7 Juli

SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam mulai menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di lima kecamatan sebagai langkah menekan gejolak harga beras dan Minyakita sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Program yang berlangsung pada 7-17 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga pangan menyusul fluktuasi Indeks Perkembangan Harga (IPH) komoditas strategis.

Melalui Dinas Pangan, Pemko Subulussalam telah berkoordinasi dengan Perum Bulog Kantor Cabang Blang Pidie untuk memastikan ketersediaan pasokan selama pelaksanaan GPM. Sebagaimana dilansir RRI, Senin (06/07/2026), Bulog diminta memasok sedikitnya 2.000 kilogram atau 2 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta 360 liter Minyakita setiap hari selama kegiatan berlangsung.

Kepala Dinas (Kadis) Pangan Kota Subulussalam Badalsyah mengatakan pelaksanaan pasar murah merupakan tindak lanjut atas arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna mengendalikan inflasi daerah melalui intervensi harga komoditas pokok.

“Gerakan Pasar Murah Beras SPHP ini digelar dalam upaya menjaga dan mengoptimalisasi kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) komoditas beras dan Minyakita di wilayah kita,” jelas Badalsyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah dinamika pasar.

Pelaksanaan GPM dijadwalkan secara bergilir di lima kecamatan agar distribusi komoditas bersubsidi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Kegiatan diawali di halaman Kantor Camat Rundeng pada 7 Juli 2026, kemudian berlanjut ke Kecamatan Sultan Daulat pada 9 Juli 2026, Kecamatan Longkib pada 13 Juli 2026, Kecamatan Penanggalan pada 15 Juli 2026, dan ditutup di halaman Kantor Koperasi Konsumen Sada Kata Merah Putih, Kecamatan Simpang Kiri, pada 17 Juli 2026.

Penyebaran lokasi pelaksanaan di berbagai kecamatan dilakukan untuk memudahkan akses masyarakat, baik yang berada di kawasan perkotaan maupun wilayah yang lebih jauh dari pusat distribusi. Dengan demikian, program stabilisasi pangan diharapkan dapat berjalan lebih merata dan efektif.

Melalui penyediaan beras SPHP dan Minyakita dalam jumlah memadai, Pemko Subulussalam berharap gejolak harga pangan dapat dikendalikan, inflasi daerah tetap terjaga, serta kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih stabil selama pelaksanaan GPM. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *