KUR Bank Mandiri Rp17,77 Triliun, Sektor Produktif Serap Porsi Terbesar
JAKARTA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk hingga akhir Mei 2026 didominasi sektor produktif. Dari total pembiayaan sebesar Rp17,77 triliun yang telah disalurkan kepada 135.829 pelaku usaha, lebih dari 63 persen dialokasikan untuk mendukung sektor produksi sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Realisasi penyaluran KUR tersebut telah mencapai 43,34 persen dari target Bank Mandiri sepanjang 2026. Penyaluran pembiayaan berbunga rendah itu difokuskan untuk meningkatkan kapasitas usaha produktif di berbagai daerah, sehingga mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
Senior Vice President (SVP) Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan kualitas penyaluran pembiayaan tetap dijaga melalui penerapan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang konsisten. Rasio non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah juga tetap berada di kisaran 1 persen.
“Pencapaian ini menunjukkan keunggulan yang berkelanjutan dalam model bisnis mikro Bank Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio agar tetap sehat dan berdaya tahan,” ujar Bayu, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (06/07/2026).
Menurut Bayu, keberhasilan penyaluran KUR tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat sektor produktif di berbagai wilayah. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem usaha yang semakin inklusif dan memiliki daya saing.
“Bank Mandiri memandang KUR bukan sekadar fasilitas pembiayaan, tetapi sebagai instrumen untuk menghadirkan nilai tumbuh kepada masyarakat. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang kerja baru yang berdampak langsung pada perekonomian daerah,” kata dia.
Berdasarkan data perseroan, sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai Rp5,82 triliun atau 32,77 persen dari total penyaluran KUR. Posisi berikutnya ditempati sektor jasa produksi sebesar Rp3,86 triliun atau 21,72 persen, industri pengolahan Rp1,35 triliun atau 7,60 persen, serta sektor perikanan Rp249 miliar atau 1,41 persen.
Selain mendukung pembiayaan UMKM, Bank Mandiri juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah. Hingga Mei 2026, realisasi pembiayaan pada sisi demand mencapai Rp493,10 miliar kepada 1.764 debitur guna mendukung pembelian, pembangunan, maupun renovasi properti yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
Secara kumulatif sejak program KUR pemerintah diluncurkan pada 2008 hingga 31 Mei 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp321,01 triliun kepada 3,72 juta debitur di seluruh Indonesia. Untuk memperluas jangkauan sekaligus menjaga kualitas pembiayaan, perseroan terus mengembangkan strategi pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop, memperkuat jaringan Mandiri Agen, layanan digital, serta program literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku usaha.
“Dengan dukungan jaringan layanan yang semakin kuat dan ekosistem bisnis yang terus berkembang, kami optimistis penyaluran KUR dapat semakin mempercepat pertumbuhan sektor produktif nasional. Kami ingin memastikan setiap pembiayaan yang disalurkan mampu menciptakan nilai ekonomi baru, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Bayu. []
Redaksi01
