IHSG Ditutup Melonjak 1,19 Persen, Sektor Properti Jadi Penggerak Utama
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (07/07/2026) di zona hijau setelah menguat 70,42 poin atau 1,19 persen menjadi 5.986,49. Penguatan tersebut ditopang mayoritas sektor saham yang bergerak positif, terutama sektor properti, barang konsumen siklikal, dan keuangan, di tengah aktivitas transaksi yang mencapai Rp10,19 triliun.
Sebanyak 430 saham mencatat kenaikan harga, 212 saham melemah, dan 141 saham bergerak stagnan. Dari 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 10 sektor berhasil ditutup di zona hijau sehingga menjadi penopang utama penguatan IHSG pada akhir perdagangan.
Sektor properti menjadi pendorong terbesar dengan kenaikan 3,23 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor barang konsumen siklikal yang menguat 1,70 persen, disusul sektor keuangan yang naik 1,58 persen. Sementara itu, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang berakhir di zona merah setelah terkoreksi 0,54 persen.
Aktivitas perdagangan saham juga berlangsung cukup aktif. Total volume transaksi mencapai 21,92 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp10,19 triliun, mencerminkan tingginya minat pelaku pasar terhadap perdagangan saham pada hari tersebut.
Di kelompok saham indeks LQ45, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memimpin daftar penguatan dengan kenaikan 8,19 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang naik 5,79 persen, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 4,98 persen.
Sebaliknya, sejumlah saham berkapitalisasi besar mengalami tekanan. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menjadi saham dengan pelemahan terdalam di LQ45 setelah turun 3,26 persen. Selanjutnya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) terkoreksi 2,89 persen dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 2,52 persen.
Data pergerakan pasar tersebut sebagaimana dilansir Kontan, Selasa (07/07/2026), memperlihatkan bahwa mayoritas sektor berhasil menopang laju IHSG hingga penutupan perdagangan meski masih terdapat tekanan pada sektor teknologi. []
Redaksi01
