Lebih dari 90 Persen UMKM Belum Manfaatkan AI, Pemerintah Siapkan Solusi Digital
JAKARTA – Pemerintah menilai pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih jauh dari optimal. Padahal, teknologi tersebut dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing usaha di tengah percepatan transformasi digital.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan tingkat adopsi AI di Indonesia secara umum telah mencapai 92 persen. Namun, lebih dari 90 persen pelaku UMKM masih belum memanfaatkan teknologi tersebut dalam menjalankan proses bisnisnya.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan yang harus segera diatasi melalui dukungan pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan agar pelaku UMKM mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memperkuat daya saing usaha.
“Hampir tidak mungkin kita mengurusi puluhan juta usaha mikro, kecil, dan menengah di Tanah Air dengan pola dan metode konvensional. Kita harus hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi,” ujarnya saat membuka forum National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia di Jakarta, Rabu (08/07/2026).
Maman menegaskan, pemanfaatan AI kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan telah menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha dalam meningkatkan kinerja bisnis.
“AI tidak lagi menjadi teknologi masa depan, tetapi telah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing,” ujar dia.
Sebagai langkah percepatan digitalisasi, Kementerian UMKM tengah mengembangkan platform Sapa UMKM yang dirancang menjadi basis data tunggal sekaligus aplikasi pelayanan publik bagi pelaku usaha. Informasi tersebut sebagaimana diwartakan Antara, Kamis (09/07/2026).
Melalui platform tersebut, pemerintah akan mengintegrasikan berbagai layanan dan program, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), Makan Bergizi Gratis (MBG), kemitraan usaha, hilirisasi, formalisasi usaha, hingga layanan pelatihan, pembiayaan, dan pemasaran dalam satu ekosistem digital.
Integrasi layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran program pemerintah, mempermudah akses layanan, serta memperluas jangkauan pendampingan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Selain menghadirkan platform digital, Kementerian UMKM juga memberikan insentif berupa potongan biaya layanan marketplace sebesar 50 persen bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang telah terdaftar dalam sistem Sapa UMKM. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar digital.
Dalam upaya memperkuat ekosistem inovasi, Kementerian UMKM turut menggandeng perguruan tinggi untuk membangun inkubator bisnis yang nantinya akan terintegrasi dengan Sapa UMKM. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas pendampingan usaha sekaligus mempercepat pemanfaatan teknologi AI oleh pelaku UMKM.
Forum National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia sendiri merupakan kolaborasi Kementerian UMKM, Kumpul Impact, ASEAN Foundation, Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), dan sejumlah pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan program AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) di Indonesia. []
Redaksi01
