IHSG Ditutup Menguat, Rupiah Justru Melemah ke Rp18.101 per Dolar AS

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama pada Kamis (09/07/2026) di zona hijau setelah menguat 12,324 poin atau 0,21 persen ke level 5.885,697. Penguatan indeks terjadi di tengah mayoritas bursa saham Asia yang bergerak bervariasi, sementara nilai tukar rupiah justru melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 12.00 WIB, sebanyak 319 saham mencatat kenaikan, 286 saham melemah, dan 199 saham bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan mencapai 1.470.502 kali transaksi dengan volume 16,665 miliar saham dan total nilai transaksi sebesar Rp6,719 triliun. Informasi tersebut sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Kamis (09/07/2026).

Selain IHSG, Indeks LQ45 juga ditutup menguat 0,610 poin atau 0,10 persen ke posisi 583,494 pada akhir perdagangan sesi pertama.

Sejumlah saham menjadi penggerak kenaikan atau top gainers pada perdagangan siang. Saham PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) melonjak 22,08 persen atau naik 17 poin ke level 94. Saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) menguat 22,05 persen atau bertambah 140 poin menjadi 775.

Selanjutnya, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) naik 17,50 persen atau 28 poin ke level 188, sedangkan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 14,77 persen atau 44 poin ke posisi 342.

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar menunjukkan tren berbeda. Mengacu pada data Bloomberg, rupiah pada pukul 12.00 WIB melemah 87 poin atau 0,48 persen menjadi Rp18.101 per dolar AS.

Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang beragam. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1.061,101 poin atau 1,59 persen menjadi 67.880,101 dan Indeks Straits Times Singapura naik 43,959 poin atau 0,82 persen ke level 5.413,529.

Sebaliknya, Indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 188,431 poin atau 0,78 persen menjadi 24.011,029. Indeks SSE Composite China juga melemah 18,389 poin atau 0,46 persen ke posisi 3.952,489.

Pergerakan pasar tersebut mencerminkan masih beragamnya sentimen yang memengaruhi perdagangan saham di kawasan Asia, sementara pasar domestik mampu mempertahankan penguatan hingga penutupan sesi pertama meski dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *