Pemkot Samarinda Gelar Bazar Murah Perlengkapan Sekolah di Tiga Lokasi

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperluas upaya menjaga daya beli masyarakat menjelang tahun ajaran baru dengan menggelar bazar murah perlengkapan sekolah di tiga titik berbeda. Program yang berlangsung pada 8–10 Juli 2026 itu menyediakan beragam kebutuhan sekolah, mulai dari seragam hingga alat tulis, dengan harga lebih rendah dibandingkan pasaran.

Kegiatan yang diprakarsai Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda tersebut menjadi intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi meningkatnya pengeluaran keluarga pada masa penerimaan peserta didik baru. Selain menyediakan kebutuhan sekolah dengan harga terjangkau, bazar ini juga diharapkan berkontribusi menjaga stabilitas inflasi daerah.

Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, mengatakan bazar murah digelar secara bergilir di tiga lokasi, yakni Halaman Parkir Pasar Merdeka pada Rabu (08/07/2026), Halaman Kantor Kecamatan Samarinda Kota pada Kamis (09/07/2026), serta Aula Kantor Kecamatan Samarinda Ulu pada Jumat (10/07/2026).

“Kami sebagai Pemerintah Kota harus memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama pada momen menjelang masuk sekolah. Kami ingin membantu warga memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah dalam satu tempat sehingga tidak perlu berkeliling ke banyak lokasi,” ujar Nurrahmani, sebagaimana diberitakan Nomorsatukaltim, Rabu (08/07/2026).

Menurut Nurrahmani, selama ini perhatian pemerintah lebih banyak difokuskan pada pengendalian harga kebutuhan pokok. Namun, biaya pembelian perlengkapan sekolah juga menjadi salah satu beban terbesar yang harus ditanggung keluarga setiap memasuki tahun ajaran baru sehingga perlu mendapat perhatian melalui intervensi pasar.

“Kami sudah berkomunikasi dengan distributor dan penyedia barang agar memberikan harga yang lebih murah dibandingkan harga normal di pasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah distributor bahkan memberikan potongan harga tambahan terhadap berbagai produk yang dipasarkan selama bazar berlangsung.

“Untuk sepatu misalnya, rata-rata harganya sekitar Rp150 ribuan.”

“Ada juga pelaku usaha yang memberikan diskon sekitar 10 persen kepada masyarakat sehingga harganya menjadi lebih ringan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Disdag Samarinda melibatkan lima pelaku usaha, antara lain Ramayana, Toko Aditya, pelaku usaha dari Samarinda Seberang, serta sejumlah penyedia seragam sekolah yang menawarkan stok lama dengan kualitas yang masih layak digunakan.

“Kami mengundang lima dunia usaha agar masyarakat bisa memilih sendiri kebutuhannya.”

“Ada juga stok lama yang masih bagus dan sangat layak dipakai sekolah sehingga dapat membantu masyarakat mendapatkan harga yang lebih hemat,” ucapnya.

Nurrahmani menyebut penyelenggaraan bazar murah ini merupakan yang pertama kali difokuskan pada kebutuhan perlengkapan sekolah. Hasil pelaksanaannya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan keberlanjutan program pada tahun-tahun mendatang.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Salah seorang warga, Eka (42), mengaku bazar tersebut membantu mengurangi pengeluaran keluarganya karena harga perlengkapan sekolah lebih murah dibandingkan harga di toko.

“Sangat membantu. Harga seragam sekolah sekarang cukup mahal sehingga bazar seperti ini benar-benar meringankan pengeluaran keluarga,” katanya.

Menurut Eka, harga seragam sekolah dasar di pasaran dapat mencapai sekitar Rp90 ribu per potong, sedangkan rok sekolah dijual hingga sekitar Rp140 ribu per lembar. Kehadiran bazar murah dinilai memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh perlengkapan sekolah berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *