Maybank, OJK, dan BI Edukasi 2.000 Pelajar Gianyar Soal Literasi Keuangan
GIANYAR – Upaya memperkuat literasi keuangan di kalangan pelajar terus diperluas melalui kolaborasi PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali. Sebanyak 2.000 siswa dan 80 guru dari 40 sekolah dasar di Kabupaten Gianyar mengikuti program edukasi keuangan bertajuk MELAIB (Melek Literasi dan Aksi Finansial Bersama) yang digelar pada Senin (27/07/2026).
Program tersebut tidak hanya memberikan pembelajaran kepada siswa mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga membekali para guru melalui pelatihan agar materi literasi keuangan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi PT Bank Maybank Indonesia Tbk bersama OJK Provinsi Bali, BI Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, serta Prestasi Junior Indonesia.
Head of Sustainability PT Bank Maybank Indonesia Tbk Maria Trifanny Fransiska mengatakan perkembangan ekosistem keuangan digital membuat edukasi keuangan sejak usia dini menjadi kebutuhan yang semakin penting. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana diberitakan Antara, Senin (27/07/2026).
“Penguatan fondasi keuangan sejak dini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Melalui program MELAIB, kami ingin membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap bijak dalam mengelola uang melalui metode pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami,” kata Maria.
Maria menjelaskan, program tersebut bertujuan membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini sehingga terbentuk perilaku finansial yang sehat dalam jangka panjang. Menurutnya, guru memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sehingga pelatihan bagi tenaga pendidik menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.
Ia berharap sinergi antara Maybank Indonesia, OJK Provinsi Bali, BI Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, dan Prestasi Junior Indonesia mampu melahirkan generasi yang memiliki kecakapan finansial sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Irwan mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan yang semakin marak di era digital, seperti investasi ilegal dan berbagai modus penipuan daring.
“Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, bertanya atau dicek dulu. Jangan sampai setelah mengalami kerugian baru menyesal,” ujarnya.
Irwan mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa setiap penawaran yang mencurigakan melalui kanal resmi OJK sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, pendampingan dari guru dan orang tua juga menjadi faktor penting agar anak-anak mampu menggunakan teknologi digital secara bijak dan tidak mudah terjebak tawaran investasi bodong, penipuan online scam, love scam, maupun praktik judi online.
Senada dengan itu, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah menilai pendidikan keuangan harus dimulai sejak usia sekolah agar kebiasaan mengelola keuangan dapat terbentuk sejak dini.
Ia menjelaskan pelajar perlu dibiasakan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang saku untuk ditabung, serta memahami risiko penggunaan layanan keuangan digital dan pentingnya menjaga data pribadi. OJK juga terus memperkuat Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) untuk mendorong setiap siswa memiliki rekening tabungan sebagai sarana belajar mengelola keuangan.
“OJK mengapresiasi kolaborasi ini dalam memperkuat literasi serta inklusi keuangan. Dengan sinergi ini kami berharap lahir generasi yang cakap secara finansial, mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, serta terhindar dari berbagai risiko kejahatan keuangan digital,” kata Irhamsah. []
Redaksi01
