APKIDA Perkuat Hilirisasi Industri Kimia Lewat Kolaborasi dan Inovasi
JAKARTA – Asosiasi Produsen Kimia Anorganik Dasar Indonesia (Association of Indonesian Basic Inorganic Chemical Producers/APKIDA) menegaskan komitmennya mempercepat hilirisasi industri kimia nasional melalui penguatan kolaborasi, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan produk bernilai tambah. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan APKIDA Meet & Greet 2026 yang menjadi bagian dari pameran Chemical Indonesia 2026 di Hall C3 JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/07/2026).
Forum yang mempertemukan pelaku industri, akademisi, dan mitra usaha itu difokuskan untuk membahas strategi peningkatan daya saing industri kimia Indonesia di tengah tantangan ekonomi global. Selain memperkenalkan inovasi terbaru, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pertukaran pengalaman serta penjajakan kerja sama antarpemangku kepentingan.
Ketua (Chairman) APKIDA Halim Chandra mengatakan kegiatan tahunan tersebut dirancang agar anggota asosiasi memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan teknologi dan peluang pemanfaatan berbagai produk kimia yang masih belum optimal dikembangkan di Indonesia.
“Forum ini menjadi ruang bagi anggota APKIDA untuk saling berbagi pengalaman, mengenal teknologi terbaru, serta mendapatkan informasi mengenai berbagai aplikasi produk kimia yang potensinya sangat besar namun masih belum banyak dimanfaatkan di Indonesia,” ujar Halim Chandra, sebagaimana dilansir Kompasindo, Rabu (29/07/2026).
Menurut Halim, Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah, namun masih menghadapi tantangan karena banyak bahan baku diekspor tanpa melalui proses pengolahan lanjutan di dalam negeri. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati negara lain.
“Kita memiliki sumber daya yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana mengolahnya menjadi produk bernilai tambah sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan di dalam negeri, bukan justru dinikmati negara lain,” katanya.
Ia menilai penguatan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Melalui inovasi teknologi dan pengembangan produk, industri kimia Indonesia diyakini mampu menghasilkan komoditas dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pemaparan Mangara T. Marpaung dari PT Kaltim Parna Industri mengenai pemanfaatan Liquid CO2 di berbagai sektor industri. Teknologi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus membuka peluang pasar baru bagi industri kimia nasional.
Selain mendorong inovasi, APKIDA juga menjalankan peran sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi pelaku industri. Berbagai persoalan, mulai dari regulasi hingga tantangan operasional, dihimpun sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor industri kimia.
“APKIDA hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha. Kami berupaya memastikan setiap kebijakan yang diterbitkan benar-benar memperhatikan kondisi riil yang dihadapi industri,” jelasnya.
Halim menambahkan, tantangan berupa fluktuasi harga energi, perubahan rantai pasok, serta dinamika perdagangan internasional menuntut pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi. Menurutnya, sinergi yang semakin erat akan membuka peluang lahirnya inovasi baru yang mampu mempercepat transformasi industri kimia nasional menuju sektor yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan.
“Semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang lahirnya inovasi baru. Melalui forum seperti APKIDA Meet & Greet, kami berharap tercipta kerja sama yang mampu menghasilkan solusi bagi industri sekaligus mempercepat pengembangan produk-produk kimia bernilai tambah di Indonesia,” tutur Halim.
APKIDA Meet & Greet 2026 juga menghadirkan sejumlah seminar yang membahas berbagai isu strategis, antara lain aplikasi Liquid CO2, teknologi hidrogen peroksida, solusi pengolahan air, hingga pengembangan bahan kimia berkelanjutan. Forum tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri kimia nasional sekaligus mendukung percepatan hilirisasi di Indonesia. []
Redaksi01
