Libur Sekolah Dongkrak Okupansi Hotel Nasional, TPK Tembus 54,28 Persen

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sektor perhotelan nasional mencatat peningkatan tingkat hunian pada Juni 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 54,28 persen atau naik 3,52 poin dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 49,98 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama libur sekolah, libur nasional, cuti bersama, serta kepulangan jemaah haji.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan okupansi hotel terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, terutama di provinsi yang menjadi lokasi embarkasi dan debarkasi haji.

“Kenaikan TPK ini didorong oleh meningkatnya mobilitas wisatawan domestik selama liburan sekolah, hari libur nasional dan juga cuti bersama serta juga kepulangan jemaah haji yang meningkatkan okupansi hotel di seluruh provinsi embarkasi dan debarkasi haji,” kata Ateng dalam keterangan pers yang diikuti secara daring, Senin (03/08/2026), sebagaimana dilansir Antara, Senin (03/08/2026).

BPS menjelaskan, TPK hotel berbintang merupakan persentase jumlah kamar hotel berbintang yang terisi dibandingkan dengan total kamar yang tersedia dalam periode tertentu. Secara tahunan, tingkat hunian hotel berbintang pada Juni 2026 juga meningkat 4,30 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data BPS, Provinsi Bali mencatat tingkat hunian hotel berbintang tertinggi di Indonesia dengan capaian 64,87 persen. Posisi berikutnya ditempati Provinsi Gorontalo sebesar 60,68 persen dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta sebesar 60,36 persen.

Sebaliknya, tiga provinsi dengan tingkat hunian hotel berbintang terendah adalah Provinsi Aceh sebesar 29,83 persen, Provinsi Maluku sebesar 27,82 persen, dan Provinsi Papua Pegunungan sebesar 20,55 persen.

“Sebanyak 36 provinsi mengalami peningkatan TPK hotel bintang pada Juni 2026 dibandingkan Mei 2026, sedangkan hanya 4 provinsi yaitu Maluku, Papua Barat Daya, Papua dan Papua Tengah yang mengalami penurunan TPK hotel bintang pada bulan Juni 2026 dibandingkan Mei 2026,” kata Ateng.

Menurut Ateng, tingkat hunian hotel tidak hanya dipengaruhi aktivitas pariwisata, tetapi juga penyelenggaraan berbagai kegiatan seperti meeting, conference, dan agenda berskala nasional maupun internasional yang mendorong peningkatan kebutuhan akomodasi.

Secara umum, BPS menilai kinerja sektor perhotelan pada Juni 2026 masih memperoleh dukungan dari kombinasi perjalanan wisata, perjalanan dinas, serta pelaksanaan berbagai kegiatan yang melibatkan banyak peserta. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bagi pemulihan dan pertumbuhan industri akomodasi di berbagai daerah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *