Skip to content
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak Kami
prudensi

PRUDENSI

BIJAK DALAM MEWARTA

Primary Menu prudensi

PRUDENSI

  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Daerah
  • Kasus
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Diskominfo Kutim
    • Diskominfo Kaltim
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kaltim
  • Hotnews
  • Nasional
  • Perbankan

OJK: Likuiditas dan Permodalan Bank Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

03/08/2026 0
Screenshot 2026-08-03 033215

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan industri perbankan nasional tetap berada dalam kondisi sehat hingga Juni 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya suku bunga, sektor perbankan dinilai masih memiliki likuiditas dan permodalan yang kuat untuk menopang pertumbuhan kredit serta mendukung pembiayaan sektor produktif.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) industri perbankan tercatat sebesar 23,7 persen pada Juni 2026. Dari sisi likuiditas, rasio loan to deposit ratio (LDR) berada di level 88,32 persen, sedangkan rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) mencapai 101,92 persen dan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 23,08 persen. Seluruh indikator tersebut masih berada di atas ketentuan minimum yang ditetapkan regulator.

Di saat yang sama, fungsi intermediasi perbankan juga terus menunjukkan penguatan. Outstanding kredit perbankan hingga Juni 2026 mencapai Rp9.080,9 triliun atau meningkat 12,67 persen secara year on year (YoY).

“Kinerja intermediasi perbankan tetap kontributif dengan profil risiko yang terjaga. Kredit perbankan pada Juni 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 12,67% year on year menjadi Rp 9.080,9 triliun,” ujar Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), sebagaimana dilansir Kontan, Senin (03/08/2026).

Menurut OJK, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh peningkatan kredit investasi yang melonjak 24,9 persen secara tahunan. Sementara itu, kredit modal kerja tumbuh 8,94 persen YoY dan kredit konsumsi meningkat 5,75 persen YoY. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas pembiayaan dunia usaha masih berlangsung positif meskipun tekanan ekonomi global belum sepenuhnya mereda.

Selain mencatat pertumbuhan kredit, kualitas aset industri perbankan juga tetap terjaga. Hingga Juni 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berada di level 2,09 persen, sedangkan NPL net tercatat 0,82 persen. Adapun rasio loan at risk (LaR) berada pada level 8,47 persen.

“Dengan kualitas kredit yang tetap terjaga, profil risiko industri perbankan masih berada pada level yang sehat,” kata Friderica.

Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) juga terus meningkat. Hingga akhir Juni 2026, DPK mencapai Rp10.281,8 triliun atau tumbuh 10,21 persen YoY. Pertumbuhan tersebut didukung kenaikan giro sebesar 9,95 persen, tabungan 8,25 persen, dan deposito yang meningkat paling tinggi, yakni 12,16 persen secara tahunan.

Untuk memperkuat fungsi intermediasi ke depan, OJK terus menyempurnakan kebijakan di sektor jasa keuangan. Salah satunya melalui optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yakni dengan mempercepat pembaruan data kredit menjadi paling lambat tiga hari kerja setelah pencairan kredit. Sejak 1 Juli 2026, OJK juga menerapkan batas (threshold) informasi debitur dengan plafon di atas Rp1 juta.

“Kebijakan ini dilakukan untuk memperkuat infrastruktur informasi perkreditan nasional serta meningkatkan kualitas informasi debitur guna mendukung penyaluran kredit kepada sektor produktif, termasuk UMKM dan program penyediaan perumahan,” ujar Friderica.

Selain itu, OJK turut mendukung implementasi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) melalui pengawasan rekening penampungan (escrow account), memastikan kesiapan industri perbankan, serta memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

“OJK juga menegaskan bahwa dana DHE SDA dapat digunakan sebagai agunan tunai sehingga diharapkan dapat semakin mendukung aktivitas pembiayaan di sektor perbankan,” tutup Friderica. []

Redaksi01

PDF 📄

Post navigation

Previous: Libur Sekolah Dongkrak Okupansi Hotel Nasional, TPK Tembus 54,28 Persen
Next: Bank Kalbar Dukung Gema Membangun Desa 2026 di Teluk Batang

Jangan Dilewatkan

Foto Husin Sidang
  • Breaking News
  • Headlines
  • Hotnews
  • Kasus

Dalam Putusan Sela, Kuasa Hukum Yakin Kasus Pegawai Koperasi di Probolinggo Tidak Berlanjut

03/11/2026 0
Foto Habib Ummi Kulsum
  • Breaking News
  • Headlines
  • Hotnews
  • Kasus

Dugaan Kekerasan Anak di Probolinggo, Ibu Korban : Kami Minta Pelaku Segera Dijadikan Tersangka

03/11/2026 0
IMG_20261103_133657
  • Berita Daerah
  • BUMD
  • Hotnews

BUMD Banten Gandeng Perusahaan Korea, Investasi Pabrik Pangan Rp10 Miliar Dibidik

03/11/2026 0

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

biro-500x500

Baca Juga

IMG-20261103-WA0108
  • Advertorial
  • Diskominfo Kukar

Kukar Bersolek Sambut MTQH ke-46, Siapkan Pelayanan Terbaik

03/11/2026 0
IMG-20261103-WA0186
  • Advertorial
  • DPRD Kukar

Turap Taman Musik Rusak, Ahmad Yani Minta Kajian Teknis Libatkan Akademisi

03/11/2026 0
IMG-20261103-WA0185
  • Advertorial
  • Diskominfo Kukar

Pemkab Kukar Normalisasi Sungai, Dukung Produktivitas Pertanian

03/11/2026 0
IMG-20261103-WA0182
  • Advertorial
  • Diskominfo Kukar

Tiga Opsi Perbaikan Turap Taman Musik Disiapkan Pemkab Kukar

03/11/2026 0
Foto Husin Sidang
  • Breaking News
  • Headlines
  • Hotnews
  • Kasus

Dalam Putusan Sela, Kuasa Hukum Yakin Kasus Pegawai Koperasi di Probolinggo Tidak Berlanjut

03/11/2026 0
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Ketentuan Layanan
  • Disklaimer
  • Lowongan
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
© Copyright 2022 PT Media Prudensi Internasional, All Rights Reserved | CoverNews by AF themes.