Jadwal DAMRI Tana Tidung–Tanjung Selor dan Malinau 4 Agustus 2026, Lengkap Tarif
TANA TIDUNG – Masyarakat di Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kalimantan Utara (Kaltara), masih dapat memanfaatkan layanan Perusahaan Umum (Perum) DAMRI sebagai pilihan transportasi menuju Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau pada Selasa (04/08/2026). Selain menyediakan jadwal keberangkatan harian, layanan tersebut menawarkan tarif yang relatif terjangkau untuk perjalanan antardaerah.
Layanan DAMRI menghubungkan KTT dengan Tanjung Selor, ibu kota Kabupaten Bulungan, melalui satu kali keberangkatan setiap hari. Bus dijadwalkan berangkat dari Terminal Tideng Pale pada pukul 10.00 WITA dengan estimasi waktu tempuh sekitar empat jam menggunakan armada berkapasitas 45 penumpang.
Tarif perjalanan menuju Tanjung Selor disesuaikan dengan titik keberangkatan maupun tujuan. Penumpang dari Tideng Pale menuju Tanjung Selor dikenakan tarif Rp85.000, demikian pula dari Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor sebesar Rp85.000. Tarif dari Tideng Pale menuju Panca Agung atau Pimping sebesar Rp80.000, dari Sekatak Buji menuju Tanjung Selor Rp80.000, dari Panca Agung menuju Tanjung Selor Rp60.000, serta dari Tideng Pale menuju Sekatak Buji Rp50.000.
Sementara itu, rute KTT menuju Kabupaten Malinau dilayani dua kali setiap hari, yakni pukul 07.00 WITA dan 15.00 WITA. Setiap perjalanan menggunakan armada berkapasitas 19 penumpang dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu setengah jam.
Tarif menuju Malinau ditetapkan sebesar Rp40.000 per penumpang. Selain tujuan utama tersebut, DAMRI juga melayani sejumlah titik pemberhentian di sepanjang rute, yakni Desa Seputuk, Desa Belayan Ari, dan Desa Kapuak dengan tarif masing-masing Rp20.000, serta tujuan Sesua sebesar Rp30.000.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Tana Tidung (KTT) Arief Prasetiawan menyambut positif keberadaan layanan DAMRI karena memberikan alternatif transportasi yang lebih ekonomis bagi masyarakat.
“Pastinya kami sangat berterima kasih ya dengan adanya trayek Damri ini, masyarakat bisa keluar daerah dengan tarif yang lebih murah dan barang yang dibawa pun bisa cukup banyak,” ujar Arief, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltara, Selasa (04/08/2026).
Menurut Arief, keberadaan trayek DAMRI turut mendukung mobilitas warga yang melakukan perjalanan antarkabupaten, baik untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi. Dengan jadwal yang tersedia setiap hari dan tarif yang terjangkau, layanan tersebut diharapkan terus menjadi pilihan transportasi umum bagi masyarakat KTT dan wilayah sekitarnya. []
Redaksi01
